DI SINILAH TANTANGAN BESAR KITA. Salah satu angka paling menarik dalam materi UI Innovation Festival 2026 muncul pada pembahasan: “Campus Readiness: Turning Ideas into Real World Solutions.”
Materi tersebut mencatat lebih dari: 13.000 HEALTH SCIENCE PUBLICATIONS DI INDONESIA PERIODE 2020–2024.
Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas penelitian sebenarnya besar. Tetapi terdapat angka lain yang jauh lebih menggugah. Menurut analisis yang ditampilkan dalam materi tersebut:
<10 LOCALLY DEVELOPED BIOTECH PRODUCTS REACHED REGULATORY APPROVAL.
Di sinilah kita menemukan persoalan yang jauh lebih mendasar.
INDONESIA TIDAK SELALU KEKURANGAN RISET. Yang masih menjadi tantangan adalah membawa riset tersebut melewati perjalanan panjang sampai menjadi produk nyata.
Tetapi industri membutuhkan lebih jauh: • REPRODUCIBILITY. • SCALABILITY. • MANUFACTURABILITY. • REGULATORY READINESS. • ECONOMICS. • MARKET. • INDUSTRIAL PARTNER.
Maka ukuran keberhasilan inovasi tidak boleh berhenti pada: “Berapa banyak penelitian yang dihasilkan?”
Kita perlu menambahkan pertanyaan: • “Berapa yang berhasil menjadi teknologi?” • “Berapa yang berhasil diproduksi?” • “Berapa yang memperoleh regulatory approval?” • “Berapa yang digunakan industri dan masyarakat?” • “Berapa yang akhirnya menciptakan nilai ekonomi?”
Inilah jurang yang harus kita seberangi.
THE TRANSLATION GAP. Dari RESEARCH menuju REAL WORLD.