Circular economy dalam pertambangan seharusnya tidak berhenti pada slogan 3R. Pertanyaan sebenarnya adalah: Setelah mineral utama diambil, apa lagi yang masih dapat menghasilkan nilai?
Pertama: RECOVER THE MINERAL. Mineral bernilai yang masih berada dalam tailings, slag atau residue dievaluasi kembali.
Kedua: RECOVER THE WATER. Air dari proses, tailings dan dewatering dapat ditreatment dan digunakan kembali sehingga mengurangi kebutuhan fresh water.
Ketiga: RECOVER THE MATERIAL. Setelah mineral bernilai direcovery, sisa material dapat diteliti untuk kemungkinan penggunaan sebagai construction material, adsorbent, reclamation material atau feedstock industri lainnya.
Keempat: RECOVER THE ENERGY. Waste heat, renewable energy integration dan peningkatan efisiensi proses dapat menurunkan energy intensity operasi.
Materi BRIN yang dipaparkan Prof. Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar memperlihatkan bagaimana riset dapat masuk ke wilayah ini: pemanfaatan sumber daya lokal untuk material baterai, pemanfaatan residue pengolahan bauksit, material adsorben, remediation, reclamation serta energy management.
Dengan demikian alurnya berkembang: MINING → PROCESSING → MINERAL RECOVERY → SECONDARY RECOVERY → MATERIAL REUSE → WATER RECOVERY → NEW PRODUCT → CIRCULAR ECONOMY.
Targetnya bukan membayangkan zero waste secara instan. Target yang lebih realistis adalah: LESS WASTE + MORE RECOVERED VALUE.