Kementerian Pertanian - Pengadaan Combine Harvester 2026
Nilai Pengadaan ± Rp98 Miliar
Kementerian Pertanian membuka pengadaan bantuan Combine Harvester dengan nilai sekitar Rp98 miliar. Peluang bisnis dari proyek ini tidak hanya terletak pada penjualan mesin. Jika jumlah unit yang dibeli cukup besar dan tersebar di berbagai daerah, akan terbentuk kebutuhan lanjutan untuk spare parts, perawatan, teknisi, pelatihan operator hingga penggantian komponen selama beberapa tahun. Untuk mengetahui seberapa besar peluang sebenarnya, ada 3 informasi utama yang perlu digali.
--- 1. BERAPA UNIT YANG AKAN DIBELI? Hal pertama yang perlu diketahui adalah BOQ dan jumlah unit. Apakah Rp98 miliar digunakan untuk membeli satu jenis Combine Harvester atau terdiri dari beberapa tipe dan kapasitas?
Yang perlu diketahui:
Jumlah total unit Tipe Combine Harvester Jumlah masing-masing tipe HPS per unit Nilai masing-masing item
Selain itu, perlu dipastikan apakah harga per unit hanya merupakan harga mesin, atau sudah termasuk:
Attachment • Pengiriman • Perakitan • Testing • Training • Warranty • Initial Spare Parts
Informasi ini akan menunjukkan berapa besar nilai mesin sebenarnya dan berapa biaya pendukungnya.
--- 2. OEM / BRAND MANA YANG BISA MEMENUHI? Tidak semua Combine Harvester yang tersedia di pasar otomatis dapat mengikuti tender. Kuncinya berada pada spesifikasi teknis dan TKDN. Parameter yang perlu diperiksa antara lain:
Engine Power • Cutting Width • Working Capacity • Grain Tank • Fuel Consumption • Crawler/Track • Ground Clearance • Grain Loss • TKDN/PDN • Sertifikasi/Uji Alsintan
Dari sini baru dapat diketahui:
Spesifikasi Tender
↓
Produk yang Memenuhi
↓
OEM / Brand yang Eligible
↓
Distributor / Supplier yang Bisa Ikut
Ini penting karena tender mungkin tidak menyebut merek tertentu, tetapi kombinasi spesifikasinya dapat membuat hanya beberapa produk yang benar-benar memenuhi persyaratan.
--- 3. MESIN AKAN DIKIRIM KE MANA? Lokasi paket tercatat di DKI Jakarta, tetapi belum tentu seluruh mesin digunakan di Jakarta. Yang lebih penting adalah mengetahui:
Provinsi penerima
↓
Kabupaten
↓
Brigade Pangan / Kelompok Tani
↓
Jumlah unit per penerima
Setelah itu perlu diketahui siapa yang bertanggung jawab setelah mesin dikirim. Apakah supplier hanya menyerahkan mesin? Atau supplier juga wajib menyediakan:
Commissioning • Training Operator • Warranty • Teknisi Lapangan • Preventive Maintenance • Spare Parts • After-Sales Service
---
PELUANG BISNIS TIDAK BERHENTI DI Rp98 MILIAR
Jika ratusan atau puluhan Combine Harvester mulai beroperasi, setiap mesin akan membutuhkan perawatan dan penggantian komponen. Komponen seperti:
Cutting Blade • Belt • Chain • Filter • Bearing • Sprocket • Crawler/Track • Threshing Parts
akan mengalami keausan selama operasi. Artinya, peluang bisnis dapat berkembang dari:
PENJUALAN MESIN ↓ PENGIRIMAN & COMMISSIONING ↓ TRAINING OPERATOR ↓ WARRANTY & MAINTENANCE ↓ SPARE PARTS & CONSUMABLES ↓ REPAIR & OVERHAUL ↓ REPLACEMENT COMPONENT
INTINYA: Rp98 miliar adalah nilai pengadaan awal.
Pertanyaan yang lebih besar adalah:
Berapa banyak mesin yang akan menjadi installed base, siapa OEM-nya, di mana mesin tersebut beroperasi, dan siapa yang akan mendapatkan bisnis spare parts serta maintenance selama beberapa tahun berikutnya? Itulah yang menentukan apakah proyek ini hanya menjadi penjualan mesin satu kali atau berkembang menjadi recurring business jangka panjang.