RUPTL Memberi Peta. Project Intelligence Menentukan Langkah.
Setelah membaca seluruh pipeline PLTB, pekerjaan sebenarnya baru dimulai. Setiap proyek yang menarik perlu diturunkan menjadi PROJECT CARD yang hidup.
Misalnya: PROJECT: Bayu Sumatera CAPACITY: 55 MW TARGET COD: 2026 STATUS RUPTL: Rencana
DEVELOPER: SH-PLN
Dari data dasar tersebut, Project Intelligence harus bergerak lebih dalam.
Di mana lokasi aktualnya? Bagaimana perkembangan terakhir proyek? Apakah feasibility study sudah dilakukan? Bagaimana grid connection-nya? Siapa developer/project company aktualnya? Sudah sampai mana aspek komersial, pendanaan dan procurement? Siapa consultant, EPC dan technology provider yang mulai terlibat? Paket pekerjaan apa yang akan dibutuhkan?
Dan akhirnya: SIAPA KEY PERSON YANG PERLU DIHUBUNGI?
Maka satu data proyek berkembang menjadi:
PROJECT ↓ OWNER / DEVELOPER ↓ PROJECT STAGE ↓ NEXT MILESTONE ↓ TECHNOLOGY NEED ↓ PROCUREMENT ↓ SUPPLY CHAIN ↓ KEY PERSON ↓ BUSINESS OPPORTUNITY ↓ ACTION
Inilah cara membaca RUPTL dari sudut pandang bisnis.
BUKAN SEKADAR TAHU ADA PROYEK. Tetapi memahami proyek lebih awal, menemukan kebutuhan, membangun networking, dan mempersiapkan kolaborasi SEBELUM PELUANG MENJADI TENDER.
TENDER INDONESIA PROJECT INTELLIGENCE
INFO • DATA • ANALISA NETWORKING • BUSINESS MATCHING