RUBRIK VOLUME 135 :
 
o PROJECT UPDATE
o PROJECT COLLABORATION
o TENDER UPDATE SELASA
o TENDER UPDATE RABU
o TENDER UPDATE KAMIS
o TENDER UPDATE JUMAT
 
PROJECT UPDATE
Kapan Market PLTB Mulai Bergerak?
Target pengembangan PLTB Indonesia memang terlihat seperti cerita jangka panjang. Namun ketika RUPTL 2025–2034 dibaca lebih dalam, pipeline-nya ternyata mulai muncul secara bertahap. 
Di Sumatera terdapat Bayu Sumatera 55 MW yang direncanakan masuk pada 2026 dan tambahan 55 MW pada 2028.
Setelah itu skalanya meningkat.

RUPTL mencantumkan kuota PLTB Sumatera tersebar 110 MW dengan target COD 2030 dan tambahan 100 MW pada 2034.
Banten, misalnya, memiliki rencana PLTB 100 MW pada 2028 dan 100 MW berikutnya pada 2029.
Berbagai kuota PLTB Jawa–Bali kemudian bermunculan dalam ukuran 50 MW, 75 MW, 100 MW, 150 MW, 200 MW hingga 300 MW. Bahkan terdapat kuota Jawa–Bali Tersebar IV sebesar 600 MW dalam RUPTL. Ada satu hal lain yang menarik.

RUPTL menggunakan skenario RE Base dan ARED (Accelerated Renewable Energy Development).

 Artinya, jadwal pengembangan pada skenario percepatan dapat berbeda dari skenario dasar.


Contohnya, salah satu kuota PLTB Jawa–Bali 150 MW yang pada RE Base memiliki COD 2032, pada skenario ARED dimajukan menjadi 2027.







APA ARTINYA BAGI PASAR?
PLTB tidak tiba-tiba menjadi market besar pada 2034.

Gelombangnya mulai terbentuk lebih awal:

2026–2029
EARLY PROJECTS

2030–2031
MARKET EXPANSION

2032–2034
LARGER-SCALE PIPELINE

Dan COD bukan tanggal supplier mulai mencari proyek.



Sebelum sebuah PLTB beroperasi, terdapat rangkaian development, studi, engineering, interkoneksi, pendanaan, procurement dan konstruksi. Karena itu proyek dengan COD 2028–2030 justru harus mulai dipantau jauh sebelumnya.

JANGAN MENUNGGU TURBIN BERDIRI. Peluang dimulai ketika proyek sedang dipersiapkan.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com