Dari AI, PIJAR & Digital Portfolio Menuju Commercial Project, Technology Spending & Business Opportunity 2026–2028
Telkom Digital Business & Technology memiliki portfolio yang mencakup Artificial Intelligence (AI), Cloud, Internet of Things (IoT), Cybersecurity dan Vertical Ecosystem/Digital Platform, termasuk PIJAR pada sektor pendidikan.
Materi menunjukkan bahwa Telkom telah bergerak dari pembangunan digital capability menuju pengembangan use case, platform dan kolaborasi industri. Tantangan berikutnya bagi technology provider bukan lagi hanya mengetahui “Telkom memiliki teknologi apa?”, tetapi mengetahui project mana yang sudah commercial, apa pipeline 2026–2028, teknologi apa yang akan dibeli, berapa external spending-nya, dan opportunity mana yang masih terbuka.
---
1. AI CENTER OF EXCELLENCE → COMMERCIAL AI Telkom mengembangkan AI Center of Excellence (AI CoE) untuk mengidentifikasi dan melakukan scale-up high-impact AI use cases, mempercepat capability serta mendorong cost transformation dan profitability.
Materi menyebut adanya:
50+ Proven AI Use Case Catalog → AI Playground → AI Hub → POC → Industrial Solution → Scale-Up
AI Hub diposisikan untuk melakukan Proof of Concept (POC) dan menyediakan solusi AI bagi real industrial challenges.
RETRIEVAL TARGET
Belum dijelaskan:
Use Case → Customer → POC/Pilot/Production → Commercial Status → Contract Value → Revenue → Technology Stack → Deployment Scale
Pertanyaan terpenting adalah berapa dari 50+ AI use cases tersebut yang sudah menjadi paying commercial deployment dan berapa yang masih POC/pilot.
---
2. PIJAR → DIGITAL EDUCATION PIPELINE PIJAR merupakan Web & Mobile App berbasis SaaS untuk digitalisasi proses pendidikan, termasuk CBT, presensi, tugas/konten dan laporan belajar.
Materi menunjukkan 2.300+ sekolah berbayar, 1,9+ juta peserta didik terdaftar dan 80.000+ tenaga pendidik, serta kemampuan menangani lebih dari 148.000 successful concurrent users.
Sekolah Rakyat Tahap I: delivery connectivity pada 13 lokasi Tahap II: estimasi 122 titik — ongoing
PIJAR Boalemo 28 titik disebut untuk 2025 dan tambahan 100 sekolah pada 2026 — ongoing
Selain itu terdapat Sekolah Digital, Kurikulum Coding & AI, Pesantren Digital serta Digitalisasi Sekolah Garuda.
---
3. PROJECT PIPELINE → ACTUAL TECHNOLOGY DEMAND Portfolio digital Telkom menunjukkan capability:
AI • Cloud • IoT & Devices • Cybersecurity • Digital Platform • Connectivity
Pada bagian digital capabilities, materi juga menyebut IoT termasuk devices, security solutions & services, Cloud BPaaS/DaaS/SaaS/PaaS serta AI B2B use cases.
Namun belum terdapat BOQ atau procurement breakdown yang menunjukkan kebutuhan sebenarnya untuk:
GPU / AI Compute • Server • Storage • Cloud • Cybersecurity • IoT Devices • Software & License • Data Platform • Connectivity • Professional Services • System Integration
Karena itu setiap project perlu diturunkan menjadi:
OEM/Principal • Software Vendor • Cloud Provider • SI • Distributor • Local Technology Partner
Dengan demikian supplier dapat mengetahui berapa spending yang benar-benar tersedia, bukan sekadar melihat besarnya nilai project.
---
5. INCUMBENT → PURCHASING AUTHORITY → PROCUREMENT WINDOW PPT menyebut kolaborasi dengan technology partners, industries, campus partners dan start-ups, tetapi belum memetakan siapa incumbent partner/OEM pada masing-masing technology domain.
Business Owner → Solution Architect/Specifier → Technical Approver → Budget Owner → Procurement → Contracting Entity → Final Approver
Procurement opportunity kemudian dipetakan:
0–3 Bulan → 3–6 Bulan → 6–12 Bulan → >12 Bulan
Vendor perlu mengetahui bukan hanya kapan tender keluar, tetapi kapan architecture dan specification mulai dibentuk, karena pada tahap tersebut technology provider masih dapat masuk sebelum technology/OEM dikunci.
---
6. INSTALLED BASE → RECURRING BUSINESS Opportunity tidak berhenti setelah implementation.
Digital platform dan AI dapat menghasilkan lifecycle demand melalui:
PIJAR sendiri disebut menggunakan model SaaS, sementara roadmap 2026–2030 diarahkan pada pengembangan fitur dan ekspansi target market.
Karena itu installed base perlu dipetakan untuk melihat annual recurring revenue dan recurring external procurement 2026–2028.
---
PERTANYAAN UTAMA
“Dari seluruh portfolio AI CoE, PIJAR, Cloud, IoT, Cybersecurity dan Digital Platform Telkom, mana yang sudah menjadi active commercial project dan mana yang masuk pipeline 2026–2028; siapa customer/end user-nya, berapa project/contract value dan progress-nya, teknologi, equipment atau software apa yang akan dibeli, berapa addressable external procurement-nya, kapan procurement dilakukan, siapa technology partner/OEM incumbent dan purchasing authority-nya, serta package atau opportunity mana yang masih OPEN untuk technology provider baru?”
---
BUSINESS OPPORTUNITY CHAIN
PORTFOLIO → ACTIVE COMMERCIAL PROJECT → PIPELINE 2026–2028 → CUSTOMER → VALUE → PROGRESS → TECHNOLOGY DEMAND → EXTERNAL PROCUREMENT → ADDRESSABLE SPENDING → OEM/PARTNER → PURCHASING AUTHORITY → PROCUREMENT WINDOW → OPEN OPPORTUNITY → INSTALLED BASE → RECURRING BUSINESS
CONFIRMED
AI CoE • 50+ proven AI use case catalog • PIJAR SaaS • PIJAR Smart School • Sekolah Rakyat • Boalemo expansion • Cloud • IoT • Cybersecurity • Digital Platform.
RETRIEVAL TARGET
Active commercial projects • customer/end user • contract value • project progress • production vs POC AI • BOQ/technology demand • external procurement value • incumbent OEM/partner • purchasing authority • procurement window • OPEN/unawarded packages • recurring/lifecycle spending.