Bayangkan sebuah tambang yang telah beroperasi puluhan tahun. Selama periode tersebut jutaan ton ore telah diproses dan menghasilkan jutaan ton tailings, waste rock, slag maupun residue. Pertanyaannya: Apakah seluruh material tersebut benar-benar tidak mempunyai nilai lagi?
Teknologi pengolahan 20 atau 30 tahun lalu berbeda dengan teknologi hari ini. Harga mineral berubah, Kebutuhan pasar berubah, Critical minerals menjadi semakin strategis, Teknologi separation dan extraction berkembang.
Karena itu material lama layak dilihat kembali. Inilah konsep THE SECOND MINE. Bukan membuka pit baru, tetapi mengevaluasi kembali material yang sudah pernah ditambang.
- OLD TAILINGS, - WASTE ROCK - SLAG - LOW-GRADE STOCKPILE
PROCESS RESIDUE ↓ RE-CHARACTERIZATION ↓ ASSAY & MINERALOGY ↓ PROCESS ROUTE ↓ LAB TEST ↓ PILOT ↓ ECONOMIC ASSESSMENT ↓ REPROCESSING ↓ RECOVERED MINERAL.
Namun The Second Mine bukan berarti setiap tailings pasti menguntungkan. Harus diketahui tonnage, grade, mineral association, recovery rate, product specification, market, CAPEX, OPEX, environmental impact dan regulatory requirement. Barulah dapat ditentukan apakah material tersebut benar-benar dapat menjadi secondary economic resource. The Second Mine karena itu bukan slogan tentang waste. Ia adalah PROJECT INTELLIGENCE baru: Untuk mencari kembali economic value dari material yang selama ini kita tinggalkan.