RUBRIK VOLUME 135 :
 
o PROJECT UPDATE
o PROJECT COLLABORATION
o TENDER UPDATE SELASA
o TENDER UPDATE RABU
o TENDER UPDATE KAMIS
o TENDER UPDATE JUMAT
 
PROJECT UPDATE
PLTB Bukan Hanya Soal Angin. Listriknya Juga Harus Dapat Diserap Sistem.
Karakter PLTB berbeda dengan pembangkit yang output-nya dapat diatur sepenuhnya. Angin berubah. Ketika kecepatan angin berubah, produksi listrik juga ikut berubah. Semakin tinggi penetrasi PLTB dalam suatu sistem, semakin besar kebutuhan sistem kelistrikan untuk merespons variabilitas tersebut. Buku “Transisi Energi Hijau & Swasembada Energi Indonesia” menyoroti perlunya fleksibilitas operasi pembangkit termal, termasuk kemampuan ramping, minimum load, serta siklus start-up dan shut-down. Tetapi persoalannya tidak berhenti di pembangkit. Ada tantangan lain yang sangat penting:



GRID.
Lokasi dengan potensi angin tinggi belum tentu berada dekat dengan jaringan transmisi yang kuat. Keterbatasan kapasitas transmisi dan interkoneksi dapat meningkatkan risiko kemacetan jaringan dan membatasi penyerapan listrik PLTB.
Karena itu pengembangan PLTB perlu berjalan bersama pengembangan jaringan dan pengendalian sistem. Semakin besar penetrasi energi angin, semakin penting pula:

GRID STUDY
TRANSMISSION
SUBSTATION
SYSTEM CONTROL
FORECASTING
SCADA
FLEXIBILITY
ENERGY STORAGE
SMART GRID.

Di sinilah tantangan berubah menjadi PASAR TEKNOLOGI. Bagi supplier dan technology provider, peluang PLTB tidak berhenti pada wind turbine. Justru semakin besar PLTB berkembang, semakin penting teknologi yang membuat ENERGI ANGIN DAPAT MASUK KE GRID SECARA AMAN DAN ANDAL.

Jadi ketika melihat rencana PLTB 100–300 MW, jangan hanya bertanya: “SIAPA SUPPLIER TURBINNYA?”
Tanyakan juga: “BAGAIMANA LISTRIK 100–300 MW ITU AKAN MASUK DAN DIKELOLA OLEH SISTEM?”

Pertanyaan kedua bisa membuka rantai peluang yang sama besarnya.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com