Anginnya Ada. Teknologinya Ada. Tapi Apakah Investor Berani Membiayai Proyeknya?
Inilah sisi lain pengembangan PLTB yang sering tidak terlihat ketika kita hanya membaca kapasitas MW. Buku ini menyoroti bahwa proses perizinan berlapis, ketidakpastian persyaratan lahan serta keterbatasan transparansi pengadaan dapat memperpanjang siklus pengembangan proyek. Semakin panjang proses tersebut, biaya transaksi dapat meningkat. Persoalan tata ruang juga muncul ketika wilayah dengan sumber daya angin yang baik beririsan dengan kepentingan lingkungan dan sosial. Kemudian terdapat persoalan yang sangat menentukan:
TARIF & KEPASTIAN PENDAPATAN. Ketidakstabilan skema harga dan insentif dapat meningkatkan ketidakpastian pendapatan. Bagi investor dan lender, ketidakpastian berarti RISIKO. Karena itu proyek PLTB membutuhkan lebih dari sekadar feasibility secara teknis.
Buku tersebut juga mengangkat pentingnya instrumen harga dan pembiayaan yang bankable, mekanisme tarif yang transparan serta kepastian kontraktual. Artinya, salah satu milestone terpenting Project Intelligence bukan hanya: “KAPAN EPC TENDER?”
SEBELUM ADA CONSTRUCTION, HARUS ADA INVESTMENT DECISION.
Dan sebelum investment decision, proyek harus mampu menjawab RISIKONYA. Di sinilah engineering, legal, financial advisory, perizinan dan project development menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis PLTB.