Belajar Dari Negara Lain: Tidak Ada Satu Jalan Menuju Penguasaan Teknologi
Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa penguasaan teknologi tidak terjadi dalam semalam. Dalam materi UI Innovation Festival 2026, terdapat empat pendekatan yang menarik untuk dibandingkan.
CHINA — BUILD CAPABILITY China membangun kemampuan melalui investasi jangka panjang pada R&D, industri, intellectual property dan production networks. Dalam materi tersebut, China ditampilkan berada pada posisi #10 Global Innovation Index 2026. Pelajarannya bukan semata-mata bahwa China mempunyai investasi besar. Yang lebih penting adalah kemampuan teknologi dibangun terus-menerus: dari belajar, menyerap, memproduksi, meningkatkan kemampuan, sampai akhirnya mampu mengembangkan teknologi sendiri.
AUSTRALIA — BUILD THE SYSTEM Australia ditampilkan pada posisi #20. Pendekatannya berbeda. Kekuatan Australia terletak pada pembangunan ekosistem yang menghubungkan akademia, pendanaan, pengembangan teknologi hingga clinical trials. Artinya, penelitian tidak dibiarkan berjalan sendirian. Ada sistem yang membantu penelitian bergerak menuju aplikasi.
VIETNAM — UPGRADE STEP BY STEP Vietnam ditampilkan pada posisi #43. Vietnam menunjukkan pendekatan bertahap melalui strategi industri, peningkatan standar produksi seperti EU-GMP serta transfer teknologi.
Pelajarannya menarik: Kita tidak harus menguasai semuanya sekaligus. Tetapi kita harus tahu: TEKNOLOGI APA YANG MAU DIKUASAI, KEMAMPUAN APA YANG HARUS DIBANGUN, dan KE MANA INDUSTRI AKAN DIBAWA.
INDONESIA — BUILD OUR OWN Indonesia ditampilkan pada posisi #55. Indonesia mempunyai pasar besar, sumber daya, perguruan tinggi, peneliti dan basis industri. Namun semua kekuatan tersebut harus dihubungkan. Pelajaran dari tiga negara tadi bukan untuk ditiru mentah-mentah.
China mengajarkan CAPABILITY. Australia mengajarkan SYSTEM. Vietnam mengajarkan CONTINUOUS UPGRADING. Indonesia harus mengambil pelajaran tersebut untuk:
BUILD OUR OWN CAPABILITY. BUILD OUR OWN ECOSYSTEM. BUILD OUR OWN INDUSTRIAL FUTURE.