SEMAKIN BESAR PLTB, SISTEM LISTRIK JUGA HARUS SEMAKIN FLEKSIBEL.
Produksi listrik dari angin tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Ketika angin menguat, produksi PLTB meningkat. Ketika angin melemah, produksinya ikut turun. Karena itu, semakin banyak PLTB masuk ke sistem, semakin besar kebutuhan pembangkit lain untuk menyesuaikan produksinya dengan cepat. Inilah yang disebut FLEXIBILITY.
Pembangkit yang fleksibel harus mampu melakukan:
RAMP UP menaikkan produksi ketika dibutuhkan.
RAMP DOWN menurunkan produksi ketika EBT meningkat.
START-UP / SHUT-DOWN merespons perubahan kebutuhan sistem. Sementara pengelola sistem juga membutuhkan cadangan operasi yang memadai untuk menghadapi perubahan produksi yang tidak selalu dapat diprediksi secara sempurna. Maka persoalan PLTB tidak dapat dipisahkan dari PORTFOLIO PEMBANGKIT secara keseluruhan. PLTB + FLEXIBLE GENERATION + ENERGY STORAGE + GRID + DIGITAL CONTROL
harus bekerja sebagai SATU SISTEM.Artinya, pertumbuhan PLTB bukan hanya membuka pasar bagi wind turbine. Ia juga meningkatkan kebutuhan teknologi untuk membuat sistem listrik lebih fleksibel.
Dari sinilah muncul peluang baru: SYSTEM INTEGRATION POWER CONTROL GRID MANAGEMENT ENERGY STORAGE FORECASTING DIGITALIZATION ANCILLARY SERVICES. Semakin besar penetrasi PLTB, semakin bernilai kemampuan sistem untuk BERADAPTASI.