SINERGI, SILATURAHMI & KOLABORASI BERKELANJUTAN TENDER INDONESIA – FSII BERSAMA DITJEN PEN KEMENDAG RI
Menuju Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, TENDER INDONESIA bersama Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) terus memperkuat sinergi dan networking dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan RI. Pertemuan Tito Loho, CEO TENDER INDONESIA & Chairman FSII, dengan jajaran Ditjen PEN bukan sekadar perjumpaan dalam sebuah acara. Silaturahmi, komunikasi dan networking dengan para pejabat terkait telah terbangun dan terus dipelihara sebagai bagian dari semangat kolaborasi untuk mendukung pengembangan industri dan perluasan pasar produk Indonesia.
Dalam kesempatan menjelang TEI 2026, silaturahmi tersebut kembali terjalin bersama: • Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si. • Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional • Dr. Miftah Farid, STP., M.S.E. • Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer • Sugih Rahmansyah, S.E., M.M. • Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional • Bersama Tito Loho(CEO TENDER INDONESIA, Chairman Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII))
Hubungan yang terus terjaga tersebut menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang semakin substantif.
TENDER INDONESIA & FSII merupakan wadah bagi member dari berbagai perusahaan teknologi, manufaktur, engineering, supplier dan penyedia solusi industri. Ekosistem ini memiliki potensi untuk memberikan warna tersendiri dalam memperkenalkan kemampuan industri Indonesia kepada buyer dan pasar internasional.
Indonesia tidak hanya mempunyai komoditas untuk diekspor. Indonesia juga mempunyai PRODUK BERTEKNOLOGI, MANUFACTURING CAPABILITY, ENGINEERING CAPABILITY dan PROJECT EXPERIENCE yang layak diperkenalkan kepada dunia.
Salah satu contohnya adalah FLARE untuk industri migas produksi Kota Minyak Internusa. Produk teknologi Indonesia tersebut telah menembus pasar internasional hingga Kazakhstan, Oman, India dan Malaysia.
Kemampuan manufaktur nasional juga tercermin pada berbagai produk pipa baja Indonesia, antara lain produksi Bakrie Pipe Industries dan Steel Pipe Industry of Indonesia (SPINDO), yang dapat mendukung kebutuhan migas, energi, konstruksi, infrastruktur dan berbagai proyek industri. Inilah salah satu warna yang ingin terus diperkuat TENDER INDONESIA & FSII:
INDONESIAN PRODUCT → TECHNOLOGY & INNOVATION → INDUSTRIAL CAPABILITY → BUSINESS MATCHING → GLOBAL MARKET
TEI 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan kekuatan tersebut dengan pasar dunia. Dan di balik sebuah Business Matching yang berhasil, selalu dibutuhkan NETWORKING, TRUST, SILATURAHMI dan KOLABORASI yang dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi TENDER INDONESIA & FSII bersama Ditjen PEN Kemendag bukan semata tentang satu kegiatan. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk membuka lebih banyak jembatan antara KAPABILITAS INDUSTRI INDONESIA dengan PELUANG PASAR GLOBAL.
BUKAN HANYA MEMBAWA PRODUK INDONESIA KE DUNIA. TETAPI MEMBAWA KAPABILITAS INDUSTRI INDONESIA KE DUNIA.