Model bisnis supplier pertambangan selama ini banyak dimulai ketika tender diumumkan. Ada specification. Ada tender. Vendor memberikan quotation. Pemenang memasok barang atau jasa. Tetapi mineral recovery membutuhkan pendekatan berbeda. Banyak project bahkan belum mempunyai specification karena problem-nya sendiri masih harus dipahami.
Contohnya: Mining owner memiliki jutaan ton tailings. Belum diketahui apakah material tersebut ekonomis untuk direprocess. Dalam situasi seperti ini, supplier tidak dapat sekadar menunggu RFQ.
Diperlukan pendekatan: IDENTIFY THE PROBLEM → UNDERSTAND THE MATERIAL → PROPOSE TECHNOLOGY → TEST THE SOLUTION → BUILD BUSINESS CASE → PILOT → ENGINEERING → COMMERCIAL PROJECT.
Bukan hanya: “ADA TENDER APA?” Tetapi: “PROBLEM APA YANG BELUM TERSELESAIKAN?” Dan: “TEKNOLOGI APA YANG DAPAT KAMI BAWA UNTUK MENCIPTAKAN NILAI?” Inilah alasan Project Intelligence menjadi penting sebelum Tender Intelligence. Peluang bisnis sering kali sudah mulai terbentuk jauh sebelum tender diterbitkan.