Dalam proyek, timing sama pentingnya dengan mengetahui nama proyek. Perusahaan survey yang baru datang ketika EPC sudah ditunjuk mungkin terlambat. Sebaliknya supplier spare part yang mengejar proyek ketika wind farm masih tahap feasibility juga terlalu dini. Karena itu setiap pemain mempunyai MOMENTUM MASUK yang berbeda.
PADA TAHAP DEVELOPMENT Peluang lebih terbuka bagi:
consultant, wind assessment, survey, environmental, geotechnical, feasibility dan grid study.
PADA TAHAP ENGINEERING Mulai relevan:
engineering company, technology provider, OEM serta penyedia sistem electrical & control.
PADA TAHAP PROCUREMENT & CONSTRUCTION Pasarnya semakin luas:
equipment supplier, civil contractor, electrical contractor, foundation, substation, transformer, switchgear, cable, logistics, heavy lifting, erection hingga transmission.
Karena itu mengetahui bahwa “akan ada PLTB 200 MW” belum cukup untuk strategi penjualan. Perusahaan harus mengetahui:
200 MW YANG MANA? DI MANA? COD KAPAN? STATUS SEKARANG APA? SIAPA DEVELOPERNYA? SIAPA EPC/OEM-NYA? DAN KAPAN KITA HARUS MASUK?
Perusahaan yang memahami tahapan proyek dapat mempersiapkan diri lebih awal. Perusahaan yang hanya menunggu tender baru melihat peluang ketika kompetisi sudah berada di depan mata.
PROJECT INTELLIGENCE BUKAN HANYA MENEMUKAN PROYEK. TETAPI MENENTUKAN KAPAN HARUS BERGERAK.