RUBRIK VOLUME 135 :
 
o PROJECT UPDATE
o PROJECT COLLABORATION
o TENDER UPDATE SELASA
o TENDER UPDATE RABU
o TENDER UPDATE KAMIS
o TENDER UPDATE JUMAT
 
BUSINESS UPDATES
IDE RESHAPING INDONESIA MINING INDUSTRY
From Resource Extraction to Maximum Value Creation



Indonesia memiliki kekayaan mineral yang besar dan telah bergerak maju melalui kebijakan hilirisasi. Namun tantangan industri pertambangan berikutnya bukan hanya seberapa banyak mineral yang dapat ditambang dan diolah, melainkan seberapa besar nilai yang dapat diperoleh dari setiap sumber daya yang telah ditambang.

Di sinilah serial tulisan  RESHAPING INDONESIA MINING INDUSTRY mengambil sudut pandang berbeda.
Dalam proses pertambangan dan pengolahan, tidak seluruh mineral bernilai selalu berhasil menjadi produk. Sebagian masih dapat tertinggal pada tailings, slag, residue, waste rock, low-grade stockpile, bahkan sebagai mineral ikutan yang sebelumnya belum dianggap ekonomis.

Karena itu muncul pertanyaan penting: “APA YANG SELAMA INI MASIH KITA TINGGALKAN, DAN DAPATKAH TEKNOLOGI MEMBUATNYA BERNILAI KEMBALI?”


Serial tulisan ini mengembangkan tiga pendekatan:

RECOVER MORE: Meningkatkan recovery mineral dari proses yang sudah berjalan.

RECOVER AGAIN: Mengolah kembali material sisa atau material lama seperti tailings, slag, residue dan stockpile.


RECOVER DIFFERENT
Menemukan mineral bernilai lain yang sebelumnya belum menjadi target utama.
Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa tailings dan residue dapat menjadi “THE SECOND MINE” ketika perkembangan teknologi, harga mineral dan kebutuhan pasar membuat proses recovery menjadi layak secara teknis dan ekonomis. Karena itu mineral recovery bukan hanya persoalan lingkungan. Ia berpotensi menjadi sumber PROYEK, INVESTASI, TEKNOLOGI dan PELUANG INDUSTRI BARU.

Indonesia pun membutuhkan kemampuan teknologi yang semakin kuat.
BRIN, perguruan tinggi dan lembaga riset dapat bekerja bersama perusahaan tambang, kontraktor, engineering company, supplier dan technology provider melalui tahapan:


RESEARCH
→ LABORATORY TEST
→ PILOT PLANT
→ DEMONSTRATION
→ ENGINEERING
→ COMMERCIAL PROJECT.

Teknologi global, termasuk pengalaman China dan negara-negara lainnya, dapat menjadi sumber pembelajaran dan kolaborasi.

Namun arahnya jangan berhenti pada BUY EQUIPMENT.
Indonesia perlu bergerak menuju:
TECHNOLOGY TRANSFER
→ ADAPTATION
→ CO-DEVELOPMENT
→ LOCAL ENGINEERING
→ NATIONAL TECHNOLOGY CAPABILITY.

Pada saat yang sama muncul pertanyaan kebijakan yang menarik. Jika HILIRISASI memperoleh dorongan karena meningkatkan nilai tambah mineral, maka teknologi dan investasi yang mampu meningkatkan MINERAL RECOVERY, memanfaatkan SECONDARY RESOURCES dan mengurangi material terbuang juga layak menjadi agenda yang lebih serius untuk dikaji. Dengan demikian, pertambangan Indonesia ke depan bukan semata-mata persoalan membuka tambang baru.
Kita juga perlu melihat kembali NILAI YANG MASIH TERSIMPAN dari apa yang sudah kita tambang.

Serial tulisan ini mencoba menghubungkan:
SUMBER DAYA
→ MINERAL RECOVERY
→ TEKNOLOGI
→ RISET & INOVASI
→ ENGINEERING
→ CONTRACTOR
→ SUPPLY CHAIN
→ INVESTASI
→ KEBIJAKAN
→ BUSINESS MATCHING
→ PROJECT.

Tujuannya adalah mendorong industri pertambangan Indonesia menuju penciptaan nilai yang semakin besar, kemampuan teknologi yang semakin kuat, serta pengelolaan sumber daya yang semakin berkelanjutan.

RESHAPING INDONESIA MINING INDUSTRY
HOW WE :
RECOVER MORE.
WASTE LESS.
CREATE MORE VALUE.


Disusun oleh:
TITO LOHO
CEO TENDER INDONESIA
Chairman FSII – Forum Sinergi Inovasi Industri

Business Matching & Industrial Collaboration

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com