Ini merupakan "Strategi Baru Meraih Proyek". Dari Product Presentation Menuju Problem–Solution Collaboration
Selama ini supplier, kontraktor, manufaktur dan penyedia teknologi umumnya mendekati pemilik proyek melalui presentasi produk dan company profile.
Namun mendapatkan waktu khusus dengan key person proyek, tidak selalu mudah. Pilihan lain seperti sponsorship seminar dapat membutuhkan biaya besar, sementara audiensnya belum tentu merupakan pihak yang tepat dan memiliki kebutuhan langsung.
Pendekatan yang terlalu personal melalui entertainment juga sulit dikembangkan menjadi metode Business Development yang luas, sistematis dan akuntabel.
FSII & TENDER INDONESIA MENGEMBANGKAN PENDEKATAN BERBEDA dimana INNOVATION & ENGINEERING BUSINESS MATCHING dikembangkan sebagai forum yang mempertemukan: 1. Project Owner 2. Industry Leaders 3. Engineer 4. Researcher 5. Manufacturer 6. Supplier 7. Contractor 8. Technology Provider
Pertemuan tidak harus berbentuk seminar besar dan tidak harus selalu berupa dedicated desk atau one-on-one meeting. Formatnya dapat disesuaikan dengan tujuan dan tema pembahasan.
Yang menjadi pembeda utamanya adalah: MEETING DIMULAI DARI TEMA, KEBUTUHAN DAN TANTANGAN INDUSTRI
Bukan dimulai dari pertanyaan: “Produk apa yang ingin Anda jual?” Tetapi: “Apa tantangan yang sedang dihadapi industri dan solusi apa yang dapat kita bangun bersama..!”
Tema dapat berkembang mengikuti kebutuhan nyata industri dan proyek, misalnya: A. ENERGY EFFICIENCY Bagaimana industri menekan konsumsi energi dan biaya operasi?
B. DATA SECURITY Bagaimana menjaga keamanan data dan infrastruktur digital?
C. AI IMPLEMENTATION Bagaimana AI diterapkan untuk meningkatkan produktivitas, reliability dan pengambilan keputusan?
D. RENEWABLE ENERGY Bagaimana PLTS, battery dan energy storage dapat diintegrasikan ke kebutuhan industri?
E. INDUSTRIAL WASTE → INDUSTRIAL RESOURCE Bagaimana limbah industri dapat diolah kembali menjadi material atau sumber daya bernilai ekonomi?
F. LOCAL MANUFACTURING & IMPORT SUBSTITUTION Teknologi dan riset apa yang diperlukan untuk memperkuat kemampuan manufaktur nasional? Dan berbagai industrial challenges lainnya.
BUKAN SEKADAR SEMINAR Dalam seminar konvensional, narasumber berbicara dan peserta mendengarkan. Dalam Innovation & Engineering Business Matching, tema menjadi pintu masuk untuk membangun dialog.
Karena itu format pertemuan dapat berupa : 1. Leaders Talk, Focus 2. Group Discussion, 3. Roundtable Discussion, 4. Engineering Clinic, 5. Technology Matching 6. Problem-Solution Session 7. Dedicated Desk / One-on-One Business Matching.
PERAN STRATEGIS BRIN Kerja sama dengan BRIN memperkuat pendekatan ini karena pembicaraan tidak berhenti pada promosi produk. Research capability dapat dipertemukan dengan industrial problem,. Sementara itu produk, jasa dan engineering capability perusahaan, dapat ditempatkan sebagai bagian dari alternatif solusi.
Dengan demikian, member TENDER INDONESIA tidak sekadar memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya. Mereka memperoleh ruang untuk menunjukkan: “Bagaimana teknologi, produk, jasa dan capability kami dapat menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan industri.”
FROM PRODUCT PRESENTATION TO PROBLEM–SOLUTION COLLABORATION