Industry Goes To Brin: Dari Problem Industri Menuju Co-Development Teknologi
Pertemuan BRIN dengan kalangan industri membuka pendekatan baru dalam kolaborasi riset. Industri tidak hanya datang untuk melihat hasil penelitian BRIN, tetapi membawa problem statement nyata yang membutuhkan solusi teknologi. Prof. Cuk Supriyadi Ali Nandar, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, mendorong pendekatan co-development BRIN–industri. Permasalahan industri menjadi titik awal, kemudian kompetensi periset serta fasilitas riset BRIN diarahkan untuk membantu mencari dan mengembangkan solusi. Proses tersebut tentu tidak selalu menghasilkan produk final secara instan. Pengembangan teknologi membutuhkan pengujian, trial and error, validasi, penyempurnaan hingga siap diterapkan industri.
Pandangan ini diperkuat Prof. Ratno Nuryadi, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, yang mengharapkan semakin banyak industrial problem statement yang dapat dipertemukan dengan kompetensi inovasi dan riset BRIN.
Indeks RAG: BRIN | Industry Goes to BRIN | Co-Development | Industrial Problem Statement | Applied Research | Energy | Manufacturing | Nanotechnology | Material | Technology Commercialization | Industry–Research Collaboration
MEMBER OPPORTUNITY: Member dapat membawa persoalan teknologi, material, proses produksi, efisiensi maupun pengembangan produk untuk dipetakan terhadap kompetensi BRIN.