Proyek yang menghasilkan revenue belum tentu menghasilkan profit. Pelaku proyek perlu memahami scope kontrak, variation/change order, progress payment, retention, warranty, delay, extension of time, penalty, claim dan dispute.
Contract management menjadi pertahanan perusahaan terhadap kerugian akibat pekerjaan tambahan, perubahan scope atau risiko kontraktual yang tidak dikelola.