Methanol Aceh: Membangun Industri Kimia Turunan Berbasis Gas
Salah satu proyek strategis yang ditampilkan dalam roadmap Pupuk Indonesia adalah pengembangan methanol di Aceh. Paparan menunjukkan rencana produksi sekitar 990.000 ton methanol per tahun dengan kebutuhan gas sekitar 115 BBTUD. Jadwal yang ditampilkan berada pada rentang 2026–2030. Methanol menjadi strategis karena Indonesia masih membutuhkan pasokan methanol dan karena bahan kimia ini dapat menjadi basis berbagai industri turunannya.
Produk turunan yang ditampilkan antara lain acetic acid, VAM, PVA/PVoH, formaldehyde, MTBE dan UF resin. Methanol juga mempunyai relevansi terhadap perkembangan biodiesel. Dengan demikian, proyek ini bukan hanya pembangunan satu plant, tetapi berpotensi menjadi pintu pengembangan chemical downstream ecosystem.
MEMBER OPPORTUNITY Peluang dapat muncul pada process engineering, EPC, gas handling, compressor, pump, valve, piping, pressure vessel, heat exchanger, storage tank, instrumentation, analyzer, electrical system, fire & safety, corrosion protection, inspection/NDT, construction, commissioning, port infrastructure, logistics dan O&M.
INDEKS RAG RINGKAS PROJECT: Methanol Aceh
OWNER ECOSYSTEM: Pupuk Indonesia LOCATION: Aceh PRODUCT: Methanol CAPACITY: ±990.000 ton/year