Enam proyek konstruksi pemerintah dengan total nilai sekitar Rp486,4 miliar bukan hanya pasar bagi kontraktor utama. Di balik setiap proyek terdapat kebutuhan teknologi, produk, material, equipment dan jasa engineering yang membentuk rantai pasok proyek. Proyek BPVP Bengkulu Rp63,4 miliar dan BPVP Bulungan Rp108 miliar berpotensi membutuhkan pekerjaan struktur dan arsitektur, MEP, electrical, HVAC, plumbing, fire protection, ICT, furniture hingga equipment pendukung fasilitas pelatihan.
Gedung Pelayanan Akademik Terpadu IAIN Langsa Rp42 miliar menggunakan skema Design & Build sehingga membuka ruang bagi kemampuan design & engineering sekaligus produk dan sistem bangunan. Hunian Tetap Relokasi Terpusat dan PSU Aceh Utara Rp111 miliar memiliki karakter berbeda karena selain pembangunan hunian terdapat kebutuhan infrastruktur kawasan seperti jalan lingkungan, drainase, utilitas, air bersih dan berbagai material pembangunan rumah.
Pada Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Rp102 miliar, kebutuhan dapat berkembang ke teknologi yang lebih spesifik seperti architectural lighting, HVAC, fire & security system, interior, multimedia, exhibition system dan building management. Sementara Revitalisasi Gedung Datun dan Penkum Kejaksaan Agung RI Rp60 miliar berpotensi membuka kebutuhan renovation specialist, interior, MEP, security, ICT serta building automation.