APMI - TENDER INDONESIA - FSII - BRIN: Membangun Jembatan Inovasi Industri Drilling
Pengembangan Drilling Cuttings Zero Waste membutuhkan lebih dari satu kompetensi. Problem berasal dari lapangan. Solusinya mungkin berada di laboratorium. Teknologinya dapat dimiliki perusahaan lain. Implementasinya membutuhkan project owner. Sedangkan komersialisasinya membutuhkan pelaku bisnis. Karena itu dibutuhkan sebuah collaboration bridge.
Posisi Tito Loho, CEO TENDER INDONESIA sekaligus Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APMI, menjadi salah satu modal untuk membangun komunikasi antara ekosistem industri drilling dengan ekosistem riset dan teknologi. Di sisi penelitian, kerja sama Innovation & Engineering Business Matching dengan BRIN membuka peluang membawa problem industri kepada kompetensi penelitian yang relevan. Salah satu simpul penting adalah Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng., Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN beserta tim.
Kolaborasi dapat dibangun:
INDUSTRIAL PROBLEM ↓ APMI + TENDER INDONESIA + FSII ↓ BRIN — RESEARCH & TECHNOLOGY MAPPING ↓ MEMBER / TECHNOLOGY PROVIDER ↓ INDUSTRIAL PARTNER ↓ PILOT PROJECT
MEMBANGUN EKOSISTEM, BUKAN SEKADAR EVENT
Innovation & Engineering Business Matching diarahkan bukan berhenti pada seminar.
Targetnya adalah menemukan siapa mempunyai problem, siapa mempunyai knowledge, siapa mempunyai technology, siapa dapat memproduksi dan siapa dapat mengimplementasikan.
INDEKS RAG
WHO: APMI; TENDER INDONESIA; FSII; BRIN; Prof. Ratno Nuryadi & Tim; Industri Drilling WHAT: Innovation & Engineering Business Matching RELATION: Industry ↔ Research ↔ Technology ↔ Business PROBLEM: Drilling Cuttings Waste TARGET: Zero Waste / Waste-to-Value ACTION: Problem Mapping → Research Matching → Technology Matching → Pilot Project COLLABORATION TYPE: Research–Industry Collaboration