Hilirisasi Pangan - Dari Komoditas Menuju Nilai Tambah Ekonomi
Hilirisasi komoditas strategis pangan menjadi salah satu jalan penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia. Indonesia tidak cukup hanya menjadi penghasil komoditas. Komoditas perlu dikembangkan melalui riset, teknologi pengolahan, inovasi produk, packaging, standardisasi, branding hingga pemasaran agar menghasilkan nilai ekonomi yang semakin tinggi. Dalam agenda tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mempunyai peranan strategis dalam mendorong investasi dan hilirisasi. Namun hilirisasi pangan tidak dapat berjalan sendiri.
Diperlukan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, infrastruktur, industri nasional, petani, asosiasi, peneliti, perguruan tinggi, SMA/SMK, entrepreneur, mentor bisnis, technology provider hingga jaringan pemasaran.
KARAKTER KHUSUS HILIRISASI PANGAN
Hilirisasi pangan mempunyai karakter berbeda dibandingkan banyak proyek hilirisasi mineral. Sebagian hilirisasi pangan dapat dimulai tanpa investasi industri yang sangat besar. Sebuah komoditas dapat memperoleh nilai tambah melalui:
Mesin pengolahan sederhana, peningkatan formulasi, pengeringan, penggilingan, pengemasan, labeling ataupun peningkatan shelf life sudah dapat mengubah nilai suatu komoditas. Pada skala berikutnya berkembang kebutuhan terhadap industrial processing line, automation, cold storage, warehouse, laboratory, logistics dan berbagai fasilitas industri. Artinya, hilirisasi pangan membuka kesempatan bagi UMKM, entrepreneur, industri menengah maupun perusahaan besar.
DRIVING VALUE ADDED THROUGH FOOD COMMODITY DOWNSTREAMING
Semangat tersebut dibawa dalam forum pada 27 Agustus 2026 di PACK ID Seminar Stage, Hall A1, JIEXPO Kemayoran, yang mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi industri serta akademisi dan penelitian. Forum menjadi ruang untuk membahas bagaimana komoditas pangan Indonesia dapat bergerak dari sekadar hasil produksi menuju produk bernilai tambah dan mempunyai daya saing pasar.
MEMBER OPPORTUNITY
Bagi member TENDER INDONESIA, hilirisasi pangan membuka peluang pada: