Relationship Capital — Membuka Akses Menuju Kolaborasi Industri Drilling & Geothermal
Business Matching tidak selalu dimulai ketika sebuah tender diumumkan. Sering kali peluang justru bermula dari hubungan profesional, komunikasi substantif, silaturahmi dan kepercayaan yang telah dibangun dalam waktu panjang dengan para pelaku industri. Inilah salah satu modal yang dimiliki TENDER INDONESIA.
TITO LOHO — APMI & TENDER INDONESIA
Tito Loho, CEO TENDER INDONESIA, juga aktif sebagai Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APMI — Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia. Peran tersebut memperluas interaksi TENDER INDONESIA dengan ekosistem drilling nasional.
Hubungan profesional dan silaturahmi yang telah terbangun menjangkau sejumlah tokoh di lingkungan:
PDSI • PHE • SKK MIGAS • PGE • GEODIPA • MEDCO POWER • ELNUSA • MCI/HARMAND serta ekosistem APMI.
RELATIONSHIP MAP
AVEP DISASMITA Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI)
JUFRIHADI Direktur Pemasaran & Pengembangan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI)
FATA YUNUS VP Drilling & Well Intervention PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
SURYA WIDIANTORO Deputi Eksploitasi SKK Migas
AHMAD YANI Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)
ILEN KARDANI Direktur Pengembangan Niaga & Eksplorasi PT Geo Dipa Energi (Persero)
EKA SATRIA Direktur Utama PT Medco Power Indonesia
BAMBANG PURWANTO Jejaring profesional di lingkungan Elnusa Jabatan terkini perlu dikonfirmasi sebelum publikasi.
MCI / HARMAND DRILLING Jejaring profesional dalam ekosistem drilling migas & geothermal. Nama dan jabatan pimpinan yang akan dicantumkan perlu dikonfirmasi sebelum publikasi.
HUBUNGAN BUKAN SEKADAR DATABASE
Nilai relationship bukan terletak pada banyaknya nama yang dikenal.
Nilainya muncul ketika hubungan tersebut dapat menjadi pintu komunikasi untuk:
MEMAHAMI PROBLEM INDUSTRI ↓ MEMETAKAN KEBUTUHAN ↓ MEMBAWA PROBLEM KEPADA PENELITI & PEMILIK TEKNOLOGI ↓ MEMPERTEMUKAN SOLUSI DENGAN INDUSTRI ↓ MEMBUKA PELUANG PILOT PROJECT
Karena itu hubungan profesional dan silaturahmi menjadi salah satu strategic intangible assets bagi Business Matching TENDER INDONESIA.
---
DARI RELATIONSHIP MENUJU INNOVATION MATCHING
Salah satu contoh yang dapat dikembangkan adalah:
DRILLING CUTTINGS ZERO WASTE
Persoalan drilling cuttings dapat dibawa sebagai industrial problem statement untuk dibahas bersama ekosistem drilling.
TENDER INDONESIA – FSII – APMI kemudian dapat memfasilitasi hubungan dengan:
BRIN melalui skema Innovation & Engineering Business Matching.
Salah satu simpul penelitian yang relevan adalah:
Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN beserta tim peneliti.
Potensi kolaborasinya:
INDUSTRY RELATIONSHIP ↓ INDUSTRIAL PROBLEM ↓ BRIN RESEARCH CAPABILITY ↓ TECHNOLOGY MAPPING ↓ MEMBER / TECHNOLOGY PROVIDER ↓ LAB TEST & VALIDATION ↓ PILOT PROJECT ↓ BUSINESS OPPORTUNITY
---
NILAI BAGI MEMBER TENDER INDONESIA
Member tidak otomatis mendapatkan proyek hanya karena TENDER INDONESIA memiliki hubungan dengan key person.
Yang diberikan adalah sesuatu yang lebih fundamental:
ACCESS TO OPPORTUNITY ECOSYSTEM.
Ketika kebutuhan industri berhasil diidentifikasi, kompetensi member dapat dipetakan terhadap kebutuhan tersebut.
Misalnya:
Problem Drilling Cuttings → solids control company → centrifuge/dryer supplier → waste-treatment company → chemical supplier → laboratory → material technology → engineering & fabrication → automation → logistics → potential off-taker.
Dengan demikian:
RELATIONSHIP → INFORMATION → PROBLEM → SOLUTION → MATCHING → COLLABORATION → OPPORTUNITY
Inilah makna Beyond Tender.
TENDER INDONESIA tidak hanya menunjukkan di mana proyek berada, tetapi membangun ekosistem agar member mengetahui siapa yang membutuhkan, apa problemnya, teknologi apa yang diperlukan dan dengan siapa solusi dapat dikembangkan.
---
INDEKS RINGKAS RAG
RUBRIC: Business Matching TOPIC: Relationship Capit