Pertemuan menghasilkan sedikitnya empat kebutuhan konkret yang berpotensi ditindaklanjuti.
INDUSTRI PROBLEM / NEED ARAH KOLABORASI
Krakatau POSCO Pemanfaatan waste industri, termasuk potensi waste INALUM sebagai bahan baku Waste characterization, material recovery, processing & industrial utilization
Petrindo Semesta Pengembangan material komposit/matras Material engineering, testing dan kajian aplikasi termasuk potensi landasan pesawat kecil
Indoporlen Kebutuhan fasilitas pengukuran thermal conductivity refractory Testing, characterization dan pengembangan refractory
PLN Renewables Peningkatan proyek PLTS jangan hanya menjadikan Indonesia pasar peralatan. Local technology development, manufacturing ecosystem, TKDN & supply chain
Inilah contoh nyata fungsi Business Matching berbasis problem. Yang dipertemukan bukan sekadar perusahaan dengan perusahaan, melainkan: PROBLEM OWNER → RESEARCHER → TECHNOLOGY → TESTING → MANUFACTURER → SUPPLIER → PROJECT OWNER → MARKET.
MEMBER OPPORTUNITY: Member dapat masuk bukan hanya sebagai pemilik teknologi, tetapi juga engineering company, manufacturer, fabricator, testing provider, equipment supplier, EPC, consultant maupun commercialization partner.