Failure Analysis & Material Technology untuk Alphalhankam
Kerusakan sebuah komponen Alpalhankam bukan hanya persoalan mengganti komponen yang rusak. Kerusakan tersebut dapat menjadi sumber engineering knowledge untuk mengetahui penyebab kegagalan dan mencegah permasalahan yang sama kembali terjadi. Melalui FFAI – Forum Failure Analysis Indonesia, TENDER INDONESIA & FSII bersama BRIN telah mendorong pemanfaatan pendekatan failure analysis bagi industri. Salah satu bidang yang relevan untuk dikembangkan adalah penerapannya pada material dan komponen peralatan pertahanan.
Failure analysis dapat menjadi pintu masuk untuk mengkaji berbagai mekanisme kegagalan sesuai kasus teknis yang ditemukan, misalnya:
- fatigue; - fracture; - corrosion; - wear; - deformation; - overheating; - degradation material; - kegagalan sambungan dan welding; serta - kegagalan coating atau surface protection.
Jenis kegagalan tersebut bukan diagnosis terhadap Ranpur PT-76M tertentu, melainkan domain teknologi yang dapat dipetakan dan diuji apabila ditemukan permasalahan terkait pada Alpalhankam.
TECHNOLOGY CHAIN
FAILED COMPONENT
→ Visual & Dimensional Inspection → Material Characterization → Metallurgical Analysis → Mechanical Testing → Chemical / Composition Analysis → Root Cause Analysis → Engineering Recommendation → Material / Process Improvement → Validation → Harwat / Implementation
Kolaborasi antara BRIN, Kemhan/TNI, FFAI dan industri berpotensi membangun basis pengetahuan kegagalan material dan komponen yang semakin kuat. Dalam jangka panjang, knowledge tersebut dapat mendukung pengembangan kemampuan reverse engineering, substitusi material, perbaikan proses produksi, peningkatan kualitas komponen, life-extension serta pengembangan produk dalam negeri, sepanjang melalui proses engineering, pengujian dan validasi yang dipersyaratkan.
RAG TECHNOLOGY INDEX
TECHNOLOGY: Failure Analysis & Material Technology APPLICATION: Alpalhankam / Defense Equipment DOMAIN: Metallurgy / Material Engineering / Mechanical Engineering INPUT: Failed / Degraded Component PROCESS: Inspection → Testing → Analysis → Root Cause OUTPUT: Engineering Recommendation POTENTIAL FOLLOW-UP: Repair / Material Improvement / Process Improvement / Component Development STAKEHOLDERS: BRIN / Kemhan / TNI / FFAI / Industri
KEYWORDS: failure analysis, metallurgy, fatigue, fracture, corrosion, wear, material testing, root cause analysis, reverse engineering, life extension, Alpalhankam, defense MRO