RUBRIK VOLUME 136 :
 
o PROYEK MARITIM
o TENDER UPDATE SENIN
o TENDER UPDATE KAMIS
 
PROJECT OIL & GAS
Andaman III Offshore Exploration & Potential Gas Development Laut Andaman — Aceh
1. IDENTITAS DAN STATUS PROYEK
Nama Andaman III yang tercantum pada poster belum dapat dipadankan dengan wilayah kerja resmi yang terkonfirmasi dalam portofolio Mubadala Energy. Portofolio Andaman yang dipublikasikan Mubadala meliputi Andaman I, South Andaman, kepentingan di Andaman II dan Central Andaman, serta penambahan Southwest Andaman pada Maret 2026. Dengan demikian operator, cadangan, fase pengembangan dan target produksi khusus Andaman III belum dapat dipastikan. Penemuan gas besar yang telah diumumkan Mubadala berada di South Andaman, khususnya Layaran-1 dan Tangkulo-1. Keduanya harus dibedakan dari nama Andaman III.






2. KONTEKS GEOLOGI LAUT ANDAMAN
Laut Andaman di lepas pantai Aceh dan Sumatera Utara merupakan kawasan eksplorasi gas laut dalam. Sistem petroleum yang dievaluasi mencakup batuan sumber, migrasi hidrokarbon, reservoir batupasir, perangkap struktural maupun stratigrafi serta batuan penutup. Data subsurface yang dibutuhkan:

• 2D/3D seismic
• Seismic processing and depth imaging
• Seismic amplitude analysis
• Geological modelling
• Structural mapping
• Reservoir characterization
• Pressure analysis
• Fluid sampling
• PVT analysis

Keberhasilan eksplorasi di suatu wilayah kerja tidak otomatis membuktikan cadangan pada wilayah kerja lainnya.






3. REFERENSI PENEMUAN SOUTH ANDAMAN
Layaran-1 merupakan penemuan gas Mubadala pada 2023 di South Andaman. Mubadala melaporkan potensi gas-in-place lebih dari 6 TCF. Sumur dibor hingga kedalaman sekitar 4.208 meter pada kedalaman air sekitar 1.207 meter. Penemuan Tangkulo-1 diumumkan pada 2024, juga di South Andaman, dengan potensi gas-in-place lebih dari 2 TCF.

Tangkulo-1 dibor hingga sekitar 3.400 meter pada kedalaman air sekitar 1.200 meter. Angka tersebut adalah estimasi gas-in-place masing-masing penemuan, bukan cadangan terbukti Andaman III dan bukan volume gas yang seluruhnya dapat diproduksikan.






4. EXPLORATION & APPRAISAL
Untuk prospek baru di Laut Andaman, rangkaian pekerjaan dimulai dari:

SEISMIC INTERPRETATION
→ PROSPECT MAPPING
→ EXPLORATION WELL
→ FORMATION EVALUATION
→ FLUID SAMPLING
→ DRILL STEM TEST
→ DISCOVERY ASSESSMENT
→ APPRAISAL
→ RESERVOIR MODELLING

Parameter yang dinilai:

• Reservoir extent
• Porosity
• Permeability
• Net pay
• Gas saturation
• Reservoir pressure
• Gas composition
• Deliverability
• Recoverable resources

Appraisal diperlukan untuk memperjelas volume, kontinuitas dan kemampuan produksi suatu discovery.


5. DEEPWATER DRILLING
Operasi eksplorasi dan pengembangan gas laut dalam memerlukan:

• Drillship atau semisubmersible drilling rig
• Subsea BOP
• Drilling riser
• Drilling fluids
• Drill bits
• Directional drilling
• MWD/LWD
• OCTG
• Casing
• Cementing
• Wireline logging
• Coring
• Formation testing
• Drill stem testing
• Well completion

Jenis rig, jumlah sumur dan jadwal pengeboran mengikuti program masing-masing wilayah kerja.


6. RESERVOIR MODELLING
Data seismic, logging, core, tekanan dan fluid sampling digabungkan dalam model reservoir. Model digunakan untuk memperkirakan:

• Gas initially in place
• Recoverable gas
• Production profile
• Well productivity
• Reservoir connectivity
• Number of development wells
• Pressure decline
• Production plateau

Hasil reservoir modelling menentukan kelayakan pengembangan dan kebutuhan fasilitas.






7. KONSEP SUBSEA PRODUCTION
Apabila suatu discovery dinyatakan komersial dan dipilih untuk pengembangan laut dalam, salah satu konfigurasi yang dapat dievaluasi adalah:

DEVELOPMENT WELLS
→ SUBSEA WELLHEADS
→ SUBSEA TREES
→ SUBSEA MANIFOLDS
→ FLOWLINES
→ UMBILICALS
→ RISERS
→ PRODUCTION FACILITY

Peralatan mencakup:
• Subsea tree
• Manifold
• Subsea valves
• Control module
• Connectors
• Umbilical
• Chemical injection
• Pressure and temperature monitoring

Konfigurasi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai desain final Andaman III.






8. FLOW ASSURANCE
Pengangkutan gas dari sumur laut dalam menuju fasilitas produksi memerlukan studi:

• Pressure drop
• Temperature profile
• Hydrate formation
• Condensate behaviour
• Slugging
• Corrosion
• Chemical injection
• Pipeline insulation
• Start-up and shutdown conditions

Studi ini menentukan desain flowline, umbilical, riser dan kebutuhan proses.






9. GAS PROCESSING
Gas dari reservoir dapat mengandung kondensat, air dan komponen lain yang memerlukan pengolahan.

Rangkaian umum:
WELLSTREAM
→ INLET SEPARATION
→ GAS TREATMENT
→ DEHYDRATION
→ COMPRESSION IF REQUIRED
→ METERING
→ GAS EXPORT

Sementara kondensat dan produced water ditangani melalui sistem masing-masing.

Equipment dapat meliputi:
• Separator
• Scrubber
• Pressure vessel
• Heat exchanger
• Compressor
• Pumps
• Valves
• Piping
• Chemical injection
• Metering
• Control system






10. REFERENSI PENGEMBANGAN TANGKULO
Pada South Andaman, rencana pengembangan Tangkulo mencakup pengolahan gas melalui FPSO dan pengiriman melalui offshore gas pipeline menuju fasilitas penerima di kawasan Arun, Lhokseumawe. Rencana tersebut menjadi bagian pembahasan pemerintah dan pemangku kepentingan Aceh pada 2026, termasuk usulan perubahan lokasi pemrosesan gas.
Konsep ini merupakan referensi khusus South Andaman/Tangkulo, bukan fasilitas Andaman III yang telah disetujui.






11. FPSO & OFFSHORE PROCESSING
Jika suatu pengembangan memilih fasilitas terapung, FPSO dapat digunakan untuk menerima produksi subsea dan melakukan pemrosesan. Fasilitas dapat mencakup:

• Inlet separation
• Gas treatment
• Dehydration
• Compression
• Condensate handling
• Produced water treatment
• Power generation
• Utilities
• Flare system
• Instrumentation
• Safety system

Alternatif pengembangan dapat mempertimbangkan pemrosesan darat, tergantung engineering dan persetujuan proyek.






12. GAS EXPORT PIPELINE
Pipeline menghubungkan fasilitas produksi dengan receiving facilities. Pekerjaan meliputi:

• Route survey
• Line pipe
• Pipeline coating
• Welding
• NDT
• Cathodic protection
• Subsea installation
• Landfall
• Tie-in
• Hydrotesting
• Pre-commissioning
• Pipeline integrity

Rute dan panjang pipeline hanya dapat ditentukan setelah development concept ditetapkan.






13. ONSHORE RECEIVING FACILITY
Fasilitas penerima gas di darat dapat mencakup:

• Pipeline receiving
• Pig receiver
• Gas filtration
• Pressure regulation
• Metering
• Gas quality monitoring
• Emergency shutdown
• Control system

Jika diperlukan pengolahan tambahan, fasilitas dapat mencakup gas treatment, compression atau integrasi dengan fasilitas energi regional.






14. PASAR GAS DAN INFRASTRUKTUR ACEH
Mubadala Energy dan PLN Energi Primer Indonesia menandatangani Heads of Agreement pada Desember 2025 untuk potensi pasokan gas dari lapangan-lapangan Laut Andaman. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penguatan pasokan gas domestik, termasuk Aceh dan Sumatera Utara. Pengembangan fasilitas penerima, transportasi dan pemanfaatan gas mengikuti keputusan komersial serta engineering masing-masing lapangan.






15. ELECTRICAL & INSTRUMENTATION
Sistem fasilitas produksi dapat mencakup:

• Power generation
• Transformer
• Switchgear
• MCC
• Electrical cables
• Instrumentation
• DCS
• SIS
• Emergency shutdown
• Fire & gas detection
• Subsea control
• Communication
• Remote monitoring






16. MARINE & OFFSHORE INSTALLATION
Pekerjaan laut dalam dapat membutuhkan:

• Drillship
• Subsea construction vessel
• Pipelay vessel
• ROV support vessel
• Offshore supply vessel
• Heavy lifting
• Subsea installation
• Pipeline installation
• Mooring installation
• Hook-up
• Offshore logistics






17. KELOMPOK PEKERJAAN

GEOSCIENCE:
Seismic, geological interpretation, reservoir modelling.

DRILLING:
Rig, OCTG, cementing, logging, testing.

SUBSEA:
Trees, manifolds, valves, control systems.

SURF:
Flowlines, umbilicals, risers, installation.

PROCESS:
Separators, dehydration, compression, condensate handling.

PIPELINE:
Line pipe, coating, welding, installation, testing.

ELECTRICAL & CONTROL:
Power, switchgear, DCS, SIS, metering.

MARINE:
Offshore vessels, ROV, heavy lifting, logistics.

COMMISSIONING:
Mechanical completion, hydrotesting, system integration, start-up.



18. PROJECT DEVELOPMENT SEQUENCE
Untuk prospek eksplorasi:


SEISMIC
→ PROSPECT DEFINITION
→ EXPLORATION DRILLING
→ DISCOVERY EVALUATION
→ APPRAISAL


Jika ditemukan cadangan komersial:


RESERVOIR MODELLING
→ CONCEPT SELECTION
→ PRE-FEED
→ FEED
→ POD
→ FID


Jika disetujui untuk pengembangan:


DEVELOPMENT DRILLING
→ SUBSEA / PRODUCTION FACILITIES
→ PIPELINE
→ HOOK-UP
→ COMMISSIONING
→ FIRST GAS


Tahapan tersebut bersifat konseptual dan tidak menetapkan jadwal produksi Andaman III.






19. PROJECT PROFILE
NAMA PADA POSTER:
Andaman III

AREA:
Laut Andaman, offshore Aceh

STATUS IDENTITAS:
Belum terverifikasi sebagai wilayah kerja resmi dalam portofolio Mubadala Energy yang dipublikasikan.

OPERATOR:
Belum dapat dikonfirmasi untuk nama Andaman III.

REFERENSI PROYEK TERKONFIRMASI:
South Andaman — Mubadala Energy.

DISCOVERIES:
Layaran-1 dan Tangkulo-1 berada di South Andaman.

PROJECT CHARACTER:
Deepwater gas exploration and potential development.

TARGET PRODUKSI ANDAMAN III:
Belum terkonfirmasi.

DEVELOPMENT CONCEPT ANDAMAN III:
Belum terkonfirmasi.






PROJECT UPDATE SUMMARY

ANDAMAN SEA — ACEH

Eksplorasi dan pengembangan gas Laut Andaman mencakup pekerjaan seismic, deepwater drilling, appraisal, reservoir modelling dan evaluasi sistem produksi gas. Untuk discovery komersial, konsep pengembangan dapat melibatkan:

DEEPWATER WELLS
→ SUBSEA PRODUCTION
→ FLOWLINES & RISERS
→ OFFSHORE / ONSHORE PROCESSING
→ GAS EXPORT PIPELINE
→ RECEIVING FACILITIES
→ DOMESTIC GAS MARKET

Penemuan Layaran-1 dan Tangkulo-1 telah diumumkan di South Andaman, sementara Andaman III pada poster belum dapat dipastikan identitas dan status proyeknya.

TENDER INDONESIA
PROJECT UPDATE — 20 OF 20

SEISMIC • DEEPWATER DRILLING • SUBSEA • GAS PROCESSING • PIPELINE

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com