GANAL BLOCK OFFSHORE GAS EXPLORATION & APPRAISAL KUTAI BASIN — KALIMANTAN TIMUR
Ganal Block berada di kawasan offshore Kutai Basin, Kalimantan Timur, salah satu wilayah migas penting Indonesia yang memiliki rangkaian lapangan gas laut dalam. Kawasan Ganal menjadi bagian dari klaster aset deepwater yang secara geologi berdekatan dengan berbagai penemuan dan pengembangan gas di Kutai Basin.
Pada fase eksplorasi dan appraisal, pekerjaan utama diarahkan pada pembuktian reservoir dan karakterisasi sumber daya sebelum suatu discovery dapat ditetapkan menuju pengembangan.
Rangkaian teknisnya: GEOLOGICAL & GEOPHYSICAL STUDY ↓ SEISMIC INTERPRETATION ↓ PROSPECT MAPPING ↓ EXPLORATION WELL ↓ FORMATION EVALUATION ↓ WELL TESTING ↓ DISCOVERY EVALUATION ↓ APPRAISAL ↓ RESERVOIR MODELLING ↓ DEVELOPMENT CONCEPT
KUTAI BASIN PETROLEUM SYSTEM Kutai Basin memiliki sistem petroleum yang telah terbukti menghasilkan hidrokarbon dalam skala besar.
Eksplorasi di Ganal menggunakan kombinasi data geologi, geofisika dan pengeboran untuk mengidentifikasi struktur yang berpotensi mengandung gas.
Elemen utama yang dievaluasi meliputi: • Source rock • Hydrocarbon generation • Migration pathway • Reservoir rock • Seal • Structural trap • Stratigraphic trap • Reservoir pressure • Fluid properties
Keberadaan seluruh elemen tersebut menentukan probability of geological success suatu prospect.
SEISMIC EXPLORATION Data seismic menjadi dasar utama untuk memetakan struktur bawah permukaan sebelum pengeboran dilakukan.
PVT & FLUID ANALYSIS Sampel reservoir fluid dapat dianalisis untuk mengetahui karakteristik hidrokarbon.
PVT analysis digunakan untuk mempelajari: • Pressure • Volume • Temperature behaviour • Gas composition • Condensate content • Fluid properties • Phase behaviour
Karakteristik fluida akan memengaruhi desain production system dan processing facilities apabila discovery masuk ke tahap development.
WELL TESTING Jika ditemukan hidrokarbon, well testing digunakan untuk mengukur kemampuan reservoir menghasilkan fluida.
Data utama dapat mencakup: • Gas flow rate • Liquid flow rate • Reservoir pressure • Pressure build-up • Productivity • Fluid composition • Reservoir connectivity
Hasil well test bersama data log dan seismic digunakan untuk memperkirakan potensi produksi discovery.
APPRAISAL Apabila exploration well menghasilkan discovery yang signifikan, tahap berikutnya adalah appraisal.
Appraisal wells digunakan untuk menentukan ukuran dan kontinuitas reservoir.
Parameter yang diperiksa antara lain: • Areal extent • Reservoir thickness • Lateral continuity • Vertical continuity • Pressure communication • Fluid contact • Reservoir compartment • Recoverable resource
Appraisal dapat terdiri atas lebih dari satu sumur tergantung kompleksitas reservoir.
RESERVOIR MODELLING Seluruh data seismic dan sumur kemudian diintegrasikan menjadi geological dan reservoir model.
Data yang digunakan meliputi: SEISMIC + WELL LOG + CORE + PRESSURE + PVT + WELL TEST
Model tersebut digunakan untuk menghitung: • Hydrocarbon in place • Recoverable resources • Production profile • Well productivity • Number of development wells • Reservoir depletion • Plateau production • Recovery factor
FLOW ASSURANCE Jika discovery berada di deepwater dan akan menggunakan subsea production system, flow assurance menjadi bagian penting dari concept study.
Kajian meliputi: • Pressure drop • Temperature loss • Hydrate risk • Condensate behaviour • Slugging • Liquid accumulation • Corrosion • Chemical injection
Hasilnya menentukan konfigurasi flowline, pipeline, compression dan processing facilities.
OPSIONAL KONSEP PENGEMBANGAN Konsep pengembangan baru dapat ditentukan setelah ukuran discovery dan karakter reservoir cukup diketahui. Secara teknis, beberapa opsi dapat dievaluasi.
OPSI 1 SUBSEA TIE-BACK
DEVELOPMENT WELLS ↓ SUBSEA TREE ↓ SUBSEA MANIFOLD ↓ FLOWLINE & UMBILICAL ↓ EXISTING / FUTURE PRODUCTION HUB ↓ GAS PROCESSING ↓ EXPORT SYSTEM
OPSI 2 NEW DEVELOPMENT HUB DEVELOPMENT WELLS ↓ SUBSEA PRODUCTION SYSTEM ↓ SURF ↓ NEW FLOATING PRODUCTION FACILITY ↓ GAS PROCESSING & COMPRESSION ↓ EXPORT PIPELINE
Pemilihan antara tie-back dan fasilitas baru bergantung pada: • Resource size • Production rate • Distance to existing infrastructure • Water depth • Reservoir pressure • Fluid characteristics • Pipeline requirement • Processing capacity • Project economic
KETERKAITAN DENGAN DEEPWATER KUTAI BASIN Ganal berada di kawasan yang memiliki beberapa sistem pengembangan deepwater.
Di kawasan yang lebih luas terdapat antara lain: GENG NORTH – GEHEM → NORTH HUB → SUBSEA DEVELOPMENT → NEW FPSO → EXPORT SYSTEM
GENDALO – GANDANG → SOUTH HUB → SUBSEA DEVELOPMENT → JANGKRIK FPU
Keberadaan infrastruktur produksi di Kutai Basin menjadi salah satu parameter yang dapat diperhitungkan apabila suatu discovery baru di Ganal terbukti komersial. Namun konfigurasi akhir tetap harus ditentukan berdasarkan lokasi, volume reservoir, kapasitas fasilitas dan keekonomian discovery tersebut.
Apabila dinyatakan komersial: CONCEPT SELECT → SUBSEA TIE-BACK atau → NEW DEVELOPMENT HUB kemudian: PRE-FEED → FEED → POD → FID → FIELD DEVELOPMENT
Dengan demikian Ganal Block pada tahap ini terutama merupakan proyek pembuktian dan pematangan sumber daya reservoir, sebelum konfigurasi fasilitas produksi dan investasi pengembangan dapat ditetapkan.
TENDER INDONESIA PROJECT UPDATE GEOLOGY • SEISMIC • DRILLING • APPRAISAL • RESERVOIR • DEVELOPMENT