ANAMBAS BLOCK Anambas Block berada di kawasan Laut Natuna Barat, Kepulauan Riau, yang merupakan bagian dari wilayah migas Natuna.
Secara teknis, posisi Anambas penting karena berada di kawasan yang telah memiliki sejarah panjang eksplorasi, produksi gas offshore dan pembangunan infrastruktur transportasi gas.
Pengembangan suatu discovery di kawasan ini tidak hanya ditentukan oleh besarnya reservoir, tetapi juga oleh jarak terhadap fasilitas produksi dan jaringan pipeline yang telah tersedia.
Karena itu evaluasi Anambas mencakup dua bagian utama:
RESERVOIR & WELL DEVELOPMENT
dan
INTEGRATION WITH OFFSHORE GAS INFRASTRUCTURE
KONTEKS WEST NATUNA
West Natuna merupakan kawasan produksi gas offshore yang telah memiliki sejumlah lapangan, platform, processing facilities dan jaringan pipeline.
Secara regional, sistem gas Natuna terdiri atas:
OFFSHORE GAS FIELDS ↓ PRODUCTION FACILITIES ↓ GAS PROCESSING ↓ COMPRESSION ↓ OFFSHORE PIPELINE ↓ GAS TRANSPORTATION SYSTEM
Keberadaan infrastruktur tersebut menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan konfigurasi pengembangan lapangan baru.
DARI RESERVOIR MENUJU PRODUKSI Jika reservoir telah dinyatakan layak dikembangkan, rangkaian proyek secara umum bergerak dari:
RESERVOIR ↓ DEVELOPMENT WELLS ↓ WELLHEAD / PRODUCTION SYSTEM ↓ GATHERING SYSTEM ↓ GAS PROCESSING ↓ GAS COMPRESSION ↓ EXPORT PIPELINE ↓ WEST NATUNA GAS INFRASTRUCTURE
Konfigurasi akhirnya bergantung pada lokasi reservoir, water depth, production profile, karakteristik gas dan jarak menuju existing facilities.
DEVELOPMENT DRILLING Development wells berfungsi mengubah cadangan yang telah dibuktikan menjadi production capacity.
Jumlah dan konfigurasi sumur ditentukan berdasarkan reservoir model serta target production profile.
WELL COMPLETION Setelah pengeboran mencapai reservoir, sumur harus diselesaikan agar dapat memproduksikan gas secara aman dan terkendali.
Completion system dapat mencakup:
• Production tubing • Production packer • Downhole safety valve • Completion accessories • Wellhead • Christmas tree • Pressure monitoring • Flow control
Pemilihan completion ditentukan oleh tekanan, temperatur, karakteristik fluida dan kebutuhan produksi.
OFFSHORE PRODUCTION FACILITIES Gas dari sumur selanjutnya dikumpulkan melalui production facilities.
Tergantung development concept, fasilitas dapat berupa: • Wellhead platform • Production platform • Subsea production system • Manifold • Flowline • Gathering pipeline
Fungsi utamanya adalah menerima produksi dari beberapa sumur dan mengirimkannya menuju processing facilities.
GAS PROCESSING Gas reservoir dapat membawa condensate, air dan berbagai komponen yang harus dipisahkan atau diolah sebelum masuk ke export pipeline.
Processing system dapat mencakup: • Inlet separator • Gas treatment • Gas dehydration • Condensate separation • Produced water treatment • Gas metering • Chemical injection • Pressure control
Spesifikasi fasilitas bergantung pada composition gas dan persyaratan pipeline.
GAS COMPRESSION Compression diperlukan untuk mempertahankan tekanan pengiriman gas menuju pipeline system.
Compression facilities dapat terdiri atas: • Gas compressor • Compressor driver • Scrubber • Separator • Gas cooler • Pressure vessel • Pumps • Piping • Valves • Metering • Control system • Safety system
Kebutuhan compression dapat berubah sepanjang umur lapangan mengikuti penurunan reservoir pressure.
EXPORT PIPELINE Setelah diproses, gas dikirim dari production facilities melalui offshore pipeline.
Apabila memungkinkan secara teknis dan ekonomis, export pipeline dapat diintegrasikan dengan existing gas transportation infrastructure di kawasan West Natuna.
WEST NATUNA TRANSPORTATION SYSTEM Salah satu infrastruktur penting di kawasan ini adalah West Natuna Transportation System (WNTS).
WNTS merupakan jaringan pipeline gas offshore yang telah digunakan untuk membawa produksi dari sejumlah lapangan gas di West Natuna.
Bagi pengembangan gas baru di kawasan Anambas/West Natuna, keberadaan sistem transportasi regional seperti WNTS menjadi salah satu opsi yang perlu diperhitungkan dalam development concept.
Integrasi hanya dapat dilakukan apabila memenuhi persyaratan:
• Pipeline routing • Pressure compatibility • Gas specification • Available capacity • Metering • Tie-in engineering • Commercial arrangement
TIE-BACK DEVELOPMENT Jika reservoir berada dalam jarak yang memungkinkan dari existing infrastructure, salah satu konsep yang dapat digunakan adalah tie-back.
Konsep ini menggunakan sebagian fasilitas yang sudah tersedia dan mengurangi kebutuhan pembangunan processing facility baru.
STAND-ALONE DEVELOPMENT Jika jarak, kapasitas atau kondisi reservoir tidak memungkinkan tie-back, pengembangan dapat membutuhkan fasilitas tersendiri.
Konfigurasinya:
DEVELOPMENT WELLS ↓ NEW PRODUCTION FACILITY ↓ GAS PROCESSING ↓ COMPRESSION ↓ NEW EXPORT PIPELINE ↓ REGIONAL GAS NETWORK Pemilihan antara tie-back dan stand-alone development ditentukan melalui concept selection dan economic evaluation.
ELECTRICAL & INSTRUMENTATION Offshore production facilities membutuhkan sistem electrical dan control untuk menjalankan proses secara kontinu.
Scope dapat meliputi: • Power generation • Electrical distribution • Switchgear • Transformer • Electrical cable • Instrumentation • Metering • DCS • PLC • Emergency shutdown • Fire & gas system • Communication • Remote monitoring
MARINE & OFFSHORE INSTALLATION Pembangunan fasilitas offshore membutuhkan marine operation untuk membawa, memasang dan mengintegrasikan equipment di laut.
DEVELOPMENT CONFIGURATION Secara teknis terdapat dua konfigurasi utama yang dapat diterapkan tergantung hasil engineering:
OPTION 1 — TIE-BACK
WELLS → PRODUCTION SYSTEM → FLOWLINE → EXISTING FACILITY → EXISTING GAS NETWORK
OPTION 2 — NEW FACILITY
WELLS → NEW PRODUCTION FACILITY → PROCESSING → COMPRESSION → EXPORT PIPELINE → REGIONAL GAS NETWORK
PROJECT PROFILE
ASSET: Anambas Block
AREA: West Natuna Sea / Kepulauan Anambas
BASIN / PETROLEUM PROVINCE: Natuna
HYDROCARBON: Predominantly gas prospects/development potential
PROJECT CHARACTER:
Offshore gas REGIONAL INFRASTRUCTURE: Existing offshore production and gas transportation infrastructure in West Natuna
POTENTIAL DEVELOPMENT: Tie-back to existing facilities or dedicated production facilities depending on reservoir and engineering results
MAJOR SYSTEMS: Wells Production facilities Gas processing Compression Pipeline Electrical & instrumentation Marine installation
PROJECT DEVELOPMENT SEQUENCE RESERVOIR CONFIRMATION ↓ APPRAISAL ↓ RESERVOIR MODELLING ↓ DEVELOPMENT CONCEPT ↓ FEED ↓ PLAN OF DEVELOPMENT / DEVELOPMENT APPROVAL ↓ FID ↓ LONG-LEAD PROCUREMENT ↓ DEVELOPMENT DRILLING ↓ FABRICATION ↓ OFFSHORE INSTALLATION ↓ PIPELINE ↓ HOOK-UP ↓ COMMISSIONING ↓ FIRST GAS
PROJECT UPDATE SUMMARY ANAMBAS BLOCK WEST NATUNA SEA Substansi utama pengembangan gas Anambas adalah menghubungkan reservoir offshore dengan infrastruktur produksi dan transportasi gas West Natuna.
Rangkaian fasilitasnya: RESERVOIR → DEVELOPMENT WELLS → PRODUCTION SYSTEM → GAS PROCESSING → COMPRESSION → EXPORT PIPELINE → WEST NATUNA GAS INFRASTRUCTURE
Apabila existing infrastructure dapat digunakan, pengembangan dapat memanfaatkan konsep tie-back.
Apabila kapasitas, jarak atau karakter reservoir membutuhkan fasilitas baru, konfigurasi dapat berkembang menjadi stand-alone production facility dengan export pipeline tersendiri.
Dengan demikian konfigurasi akhir Anambas harus mengikuti hasil reservoir evaluation, concept selection, engineering serta kapasitas infrastruktur regional yang tersedia.
TENDER INDONESIA PROJECT UPDATE RESERVOIR • WELLS • PRODUCTION • PROCESSING • COMPRESSION • PIPELINE