RUBRIK VOLUME 136 :
 
o PROYEK MARITIM
o TENDER UPDATE SENIN
o TENDER UPDATE KAMIS
 
PROJECT OIL & GAS
RAPAK BLOCK
RAPAK BLOCK
Rapak Block merupakan wilayah kerja migas offshore di kawasan Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur.
Berbeda dengan Geng North, Gehem, Gendalo dan Gandang yang telah memasuki fase pengembangan, Rapak berada pada kelompok aset yang masih berkaitan dengan eksplorasi, evaluasi prospek dan pembuktian reservoir.

Karena itu aktivitas utamanya belum berupa pembangunan FPSO atau fasilitas produksi skala penuh.

Fokus teknis berada pada:
GEOLOGICAL & GEOPHYSICAL STUDY
→ SEISMIC INTERPRETATION
→ PROSPECT DEFINITION
→ EXPLORATION DRILLING
→ FORMATION EVALUATION
→ WELL TESTING
→ DISCOVERY EVALUATION
→ APPRAISAL
→ DEVELOPMENT STUDY

Hasil rangkaian pekerjaan tersebut menentukan ukuran reservoir, karakteristik hidrokarbon, deliverability dan kelayakan komersial dari discovery yang diperoleh.

POSISI RAPAK DI KUTAI BASIN
Kutai Basin merupakan salah satu cekungan hidrokarbon utama Indonesia dan memiliki sistem petroleum yang telah menghasilkan berbagai lapangan minyak dan gas, baik di darat, offshore maupun deepwater.
Rapak berada dalam lingkungan geologi yang sama dengan rangkaian pengembangan gas di offshore Kalimantan Timur.

Karena itu evaluasi Rapak berkaitan dengan pemahaman terhadap:
- Source rock
- Migration pathway
- Reservoir
- Seal
- Structural trap
- Stratigraphic trap
- Pressure regime
- Fluid characteristics
- Reservoir continuity

Interpretasi seluruh parameter tersebut digunakan untuk menentukan prospect dan lokasi pengeboran eksplorasi.

SEISMIC & GEOPHYSICAL STUDY
Sebelum sumur eksplorasi dibor, struktur bawah permukaan harus dipetakan melalui data geologi dan geofisika.
Data seismic digunakan untuk menggambarkan konfigurasi lapisan batuan di bawah dasar laut.

Tahapan pekerjaan dapat mencakup:
- Seismic data acquisition
- 2D/3D seismic processing
- Seismic reprocessing
- Depth imaging
- Seismic interpretation
- Attribute analysis
- Structural interpretation
- Stratigraphic interpretation
- Velocity modelling
- Prospect mapping

Hasil interpretasi digunakan untuk menentukan:
TARGET RESERVOIR
DEPTH
STRUCTURE
FAULT SYSTEM
RESERVOIR EXTENT
PROSPECT VOLUME
DRILLING LOCATION


PROSPECT DEFINITION
Setelah data seismic dianalisis, beberapa struktur dapat ditetapkan sebagai prospect.

Setiap prospect kemudian dievaluasi berdasarkan:
- Geological probability
- Reservoir quality
- Trap integrity
- Hydrocarbon charge
- Estimated resource
- Pressure prediction
- Drilling risk
- Commercial potential

Dari proses tersebut dipilih target yang mempunyai kombinasi potensi sumber daya dan geological probability terbaik untuk pengeboran.

EXPLORATION DRILLING
Exploration well merupakan tahap untuk membuktikan apakah interpretasi geologi dan seismic benar-benar mengandung hidrokarbon.

Pengeboran offshore membutuhkan rangkaian pekerjaan:
- Drilling rig
- Rig mobilization
- Drilling fluids
- Drill bits
- Directional drilling
- Measurement While Drilling
- Logging While Drilling
- Casing
- OCTG
- Cementing
- Wellhead
- Wireline logging
- Formation evaluation
- Well testing

Data selama pengeboran digunakan untuk mengetahui karakteristik formasi secara langsung.

FORMATION EVALUATION
Jika target reservoir ditemukan, dilakukan evaluasi untuk mengetahui kualitas reservoir dan kandungan fluida.

Data dapat diperoleh melalui:
- Mud logging
- Wireline logging
- LWD
- MWD
- Formation pressure
- Fluid sampling
- Core sampling
- PVT analysis
- Reservoir fluid analysis

Parameter yang dianalisis antara lain:
POROSITY
PERMEABILITY
SATURATION
PRESSURE
TEMPERATURE
NET PAY
FLUID TYPE
RESERVOIR QUALITY
Data tersebut menjadi dasar untuk memperkirakan volume hidrokarbon dan kemampuan reservoir menghasilkan minyak atau gas.

WELL TESTING
Jika ditemukan hidrokarbon, well testing dapat dilakukan untuk mengukur kemampuan produksi reservoir.

Parameter utama yang diuji meliputi:
- Flow rate
- Reservoir pressure-
- Pressure build-up
- Fluid composition-
- Productivity
- Formation damage
- Reservoir connectivity

Hasil well testing menjadi salah satu data penting untuk menentukan apakah discovery mempunyai potensi untuk dilanjutkan ke appraisal.

APPRAISAL PROGRAM
Satu exploration well belum selalu cukup untuk menentukan ukuran discovery.
Jika ditemukan hidrokarbon dalam jumlah signifikan, appraisal wells dapat dibor pada lokasi lain di struktur reservoir.

Tujuannya untuk mengetahui:
- Reservoir extent
- Lateral continuity
- Vertical continuity
- Pressure communication
- Reservoir thickness
- Fluid contact
- Recoverable resources

Appraisal menghasilkan gambaran reservoir yang lebih lengkap sebelum konsep pengembangan ditentukan.

RESERVOIR MODELLING
Data seismic, well log, core, pressure dan fluid kemudian digabungkan menjadi reservoir model.

Model tersebut digunakan untuk menghitung:
- Gas Initially In Place
- Recoverable resources
- Production profile
- Well productivity
- Number of development wells
- Well spacing
- Plateau production
- Reservoir depletion

Reservoir simulation juga digunakan untuk menguji berbagai skenario produksi.

FLOW ASSURANCE
Apabila discovery mengandung gas dan berada pada jarak yang cukup jauh dari fasilitas produksi, flow assurance menjadi salah satu kajian penting.

Studi dapat mencakup:
- Pressure drop
- Temperature profile
- Hydrate formation
- Liquid accumulation
-Slugging
- Condensate behaviour
- Corrosion
- Chemical injection requirement

Hasil flow assurance akan memengaruhi ukuran pipeline, konfigurasi subsea system serta kebutuhan processing dan compression.

DARI DISCOVERY MENUJU DEVELOPMENT
Apabila hasil exploration dan appraisal menunjukkan discovery komersial, proyek memasuki tahap development study.

Urutannya dapat berkembang menjadi:
DISCOVERY
↓
APPRAISAL
↓
RESERVOIR MODEL
↓
RESOURCE ESTIMATION
↓
CONCEPT SELECT
↓
PRE-FEED
↓
FEED
↓
PLAN OF DEVELOPMENT
↓
FID
↓
DEVELOPMENT

DEVELOPMENT CONCEPT
Konsep pengembangan Rapak belum dapat dipastikan sebelum volume reservoir, lokasi discovery, deliverability dan keekonomian diketahui.

Beberapa konsep yang secara teknis dapat dievaluasi untuk discovery offshore/deepwater meliputi:

SUBSEA TIE-BACK
→ menuju existing production hub
atau
SUBSEA DEVELOPMENT
→ menuju floating production facility
atau, bila skala reservoir membenarkan,

NEW PRODUCTION HUB
→ subsea wells
→ processing facility
→ export pipeline

Pemilihan konsep ditentukan oleh ukuran cadangan, jarak ke existing infrastructure, water depth, karakteristik fluida dan economics.

KETERKAITAN DENGAN INFRASTRUKTUR KUTAI BASIN
Salah satu faktor dalam evaluasi discovery offshore adalah keberadaan infrastruktur produksi di kawasan sekitarnya.
Di Kutai Basin terdapat berbagai fasilitas existing maupun pengembangan baru.
Untuk discovery yang berada dalam jarak teknis dan ekonomis, salah satu opsi yang dapat dipelajari adalah subsea tie-back menuju hub produksi.

Konfigurasi umumnya:
SATELLITE FIELD
↓
SUBSEA WELLS
↓
SUBSEA MANIFOLD
↓
FLOWLINE
↓
UMBILICAL
↓
EXISTING / FUTURE HUB
↓
GAS PROCESSING
↓
EXPORT SYSTEM

Namun keputusan tersebut baru dapat dibuat setelah discovery dan appraisal memberikan data reservoir yang memadai.

TEKNOLOGI & EQUIPMENT — EXPLORATION PHASE

GEOSCIENCE
- 2D/3D seismic
- Seismic processing
- Depth imaging
- Geological modelling
- Geophysical interpretation
- Reservoir characterization

DRILLING
- Offshore drilling rig
- Drill pipe
- Drill bit
- BOP
- Drilling fluids
- Directional drilling
- MWD
- LWD

WELL CONSTRUCTION
- OCTG
- Casing
- Cement
- Wellhead
- Completion/testing equipment

FORMATION EVALUATION
- Wireline logging
- Mud logging
- Core analysis
- Pressure measurement
- Fluid sampling
- PVT analysis

WELL TESTING
- Test separator
- Surface testing equipment
- Pressure gauges
- Flow measurement
- Fluid sampling

MARINE SUPPORT
- Offshore supply vessel
- Anchor handling vessel
- Marine logistics
- ROV
- Offshore survey

PROJECT PHASE
ASSET:
Rapak Block

AREA:
Offshore Kutai Basin
Kalimantan Timur

PROJECT TYPE:
Exploration & Appraisal

HYDROCARBON TARGET:
Oil & Gas / Gas prospects depending on individual target

CURRENT TECHNICAL FOCUS:
Geological & geophysical evaluation
Seismic interpretation
Prospect definition
Exploration drilling
Reservoir evaluation

NEXT PHASE IF DISCOVERY:
Appraisal drilling

FOLLOWING PHASE IF COMMERCIAL:
Concept Select
Pre-FEED
FEED
Plan of Development
FID
Field Development

PROJECT SCOPE — CURRENT PHASE
GEOLOGY & GEOPHYSICS
→ Seismic
→ Processing
→ Interpretation
→ Geological modelling

PROSPECT EVALUATION
→ Structure mapping
→ Resource estimation
→ Risk analysis
→ Well location

EXPLORATION DRILLING
→ Rig
→ Drilling services
→ OCTG
→ Cementing
→ Logging

FORMATION EVALUATION
→ Wireline
→ LWD/MWD
→ Core
→ Pressure
→ Fluid sampling

WELL TESTING
→ Flow test
→ Pressure test
→ Fluid analysis

APPRAISAL — IF DISCOVERY
→ Appraisal wells
→ Reservoir delineation
→ Reservoir modelling

DEVELOPMENT STUDY — IF COMMERCIAL
→ Concept selection
→ Subsea architecture
→ Flow assurance
→ Production facilities
→ Export system

PROJECT UPDATE SUMMARY
RAPAK BLOCK
OFFSHORE KUTAI BASIN

TAHAP UTAMA:
GEOLOGY & GEOPHYSICS
→ SEISMIC INTERPRETATION
→ PROSPECT DEFINITION
→ EXPLORATION WELL
→ FORMATION EVALUATION
→ WELL TESTING
→ DISCOVERY
→ APPRAISAL
→ RESERVOIR MODELLING
→ DEVELOPMENT STUDY

Rapak saat ini harus dibedakan dari proyek seperti Geng North–Gehem atau Gendalo–Gandang yang sudah memasuki development.
Substansi Rapak berada pada pembuktian potensi reservoir.
Apabila exploration drilling menghasilkan discovery komersial, tahap berikutnya adalah appraisal untuk menentukan ukuran reservoir dan selanjutnya memilih konsep pengembangan yang sesuai dengan kondisi deepwater serta infrastruktur gas Kutai Basin.

TENDER INDONESIA
PROJECT UPDATE
GEOLOGY • SEISMIC • DRILLING • APPRAISAL • RESERVOIR • DEVELOPMENT

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com