RUBRIK VOLUME 136 :
 
o PROYEK MARITIM
o TENDER UPDATE SENIN
o TENDER UPDATE KAMIS
 
SINERGI & KOLABORASI
Ajakan Bersama Menyelenggarakan Training, Mentoring, Competition & Industrial Implementation
TENDER ACADEMY by TENDER INDONESIA, bersama FSII – Forum Sinergi Inovasi Industri dan World Business Plan Organization (WBPO), mengundang lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, serta perusahaan untuk bersama-sama membangun program TECHNOPRENEURSHIP yang berhubungan langsung dengan kebutuhan teknologi dan peluang industri Indonesia. Kami tidak hanya mengajak institusi menjadi peserta kegiatan, tetapi juga menjadi mitra penyelenggara, penyedia studi kasus, pembimbing inovasi, penghubung teknologi, maupun mitra pengembangan hasil kompetisi.


1. PERUSAHAAN, INDUSTRI & DIVISI ENGINEERING
Mari jadikan persoalan industri sebagai bahan pembelajaran dan inovasi. Perusahaan dapat mengusulkan kebutuhan nyata, seperti peningkatan efisiensi produksi, pemanfaatan limbah, pengolahan komoditas, penghematan energi, atau pengembangan produk baru.

Bersama TENDER ACADEMY, kebutuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi:
- Workshop teknologi sesuai sektor industri perusahaan.
- Pelatihan dan pendampingan bagi engineer, R&D, dan innovation team.
- Studi kasus untuk mahasiswa, peneliti, dan peserta kompetisi.
- Technology sharing bersama penyedia teknologi, termasuk dari China.
- Kajian awal teknologi dan penjajakan pilot project.

Hasil yang dituju: solusi yang dapat dievaluasi perusahaan, peningkatan kompetensi tim teknis, dan peluang kerja sama penerapan teknologi.


2. UNIVERSITAS, INSTITUT TEKNOLOGI & POLITEKNIK
Mari hubungkan penelitian kampus dengan kebutuhan proyek dan pasar industri.


Perguruan tinggi dapat berkolaborasi dalam penyelenggaraan workshop, pengembangan studi kasus, pembimbingan Business Plan, serta kompetisi inovasi berbasis teknologi.

Kampus dapat melibatkan mahasiswa, dosen, laboratorium, dan pusat penelitian untuk mengembangkan solusi terhadap persoalan nyata di sektor pertambangan, energi, perkebunan, pertanian, pangan, kelautan, maupun manufaktur.

Hasil yang dituju: proposal inovasi terapan, prototipe, Business Plan, peluang riset bersama industri, dan penjajakan komersialisasi.



3. BLK, TRAINING CENTER & CORPORATE UNIVERSITY
Mari memperbarui materi pelatihan mengikuti perkembangan teknologi industri dunia.

Lembaga pelatihan dapat bekerja sama menyelenggarakan modul TECHNOPRENEURSHIP yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan sektor industri. Bentuknya dapat berupa pengenalan teknologi baru, workshop teknis, pelatihan analisis kebutuhan proyek, kunjungan industri, hingga pendampingan penyusunan rencana penerapan teknologi.

Hasil yang dituju: kurikulum yang lebih relevan, peningkatan kemampuan instruktur dan peserta, serta hubungan yang lebih kuat dengan kebutuhan perusahaan.


4. SMA & SMK
Mari perkenalkan teknologi dan kemampuan menciptakan nilai tambah sejak usia sekolah.

Sekolah dapat menjadi mitra penyelenggaraan pengenalan teknologi, kunjungan industri, workshop inovasi, dan kompetisi sesuai jenjang pendidikan. Siswa dapat dibimbing memilih persoalan sederhana, mempelajari teknologi yang relevan, mengembangkan ide solusi, serta mempresentasikan hasilnya.

Hasil yang dituju: peningkatan kemampuan berpikir kritis, pemahaman teknologi, keterampilan presentasi, dan kesiapan mengikuti program inovasi pada jenjang berikutnya.


5. TECHNOLOGY PROVIDER, ENGINEERING COMPANY & SUPPLIER
Mari pertemukan teknologi yang tersedia dengan kebutuhan nyata Indonesia.

Penyedia teknologi dan perusahaan engineering dapat berkontribusi melalui:
- Technology sharing dan demonstrasi solusi.
- Penyediaan informasi spesifikasi serta aplikasi teknologi.
- Pendampingan kajian teknis.
- Kunjungan pabrik atau fasilitas teknologi.
- Penjajakan pengujian, prototipe, dan pilot project bersama calon pengguna.

Hasil yang dituju: meningkatnya pemahaman pasar terhadap teknologi, terbukanya hubungan dengan calon pengguna, dan teridentifikasinya peluang proyek yang relevan.


BAGAIMANA MEMULAI KOLABORASI?
Kolaborasi dapat dimulai melalui lima langkah konkret:


LANGKAH 1 — Tentukan kebutuhan.
Mitra menyampaikan sektor industri, kelompok peserta, persoalan teknologi, atau komoditas yang ingin dikembangkan.

LANGKAH 2 — Pilih bentuk kegiatan.
TENDER ACADEMY dan mitra menyepakati kegiatan awal: seminar, workshop, training, mentoring, project visit, innovation clinic, atau kompetisi.

LANGKAH 3 — Siapkan materi dan narasumber.
Materi disusun berdasarkan kebutuhan peserta, dengan melibatkan praktisi industri, akademisi, penyedia teknologi, atau pemilik proyek yang relevan.

LANGKAH 4 — Laksanakan dan evaluasi hasil.
Kegiatan menghasilkan keluaran yang jelas, seperti kajian teknologi, identifikasi peluang, proposal inovasi, prototipe awal, atau Business Plan.

LANGKAH 5 — Pilih inovasi untuk ditindaklanjuti.
Gagasan yang potensial dapat dikembangkan melalui pendampingan lanjutan, kompetisi WBPO, business matching, riset bersama, atau penjajakan pilot project.





UNDANGAN KEPADA PIMPINAN INSTITUSI
Kami mengundang para direktur perusahaan, pimpinan divisi engineering dan R&D, pengelola corporate university dan training center, kepala BLK, rektor, dekan, direktur politeknik, serta kepala SMA/SMK untuk mendiskusikan penyelenggaraan program TECHNOPRENEURSHIP di institusi masing-masing. Tidak harus langsung memulai program besar. Kolaborasi dapat diawali dengan satu workshop teknologi, satu studi kasus industri, atau satu kelompok peserta yang didampingi menyusun Business Plan. Dari kegiatan awal tersebut, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan lanjutan dan membangun program berkelanjutan sesuai hasil yang diperoleh.

MARI MULAI DARI SATU KEBUTUHAN NYATA, SATU KEGIATAN BERSAMA, DAN SATU HASIL YANG DAPAT DITINDAKLANJUTI.

TENDER ACADEMY × TENDER INDONESIA × FSII × WBPO

TRAIN TO UNDERSTAND TECHNOLOGY. MENTOR TO DEVELOP SOLUTIONS. COMPETE TO VALIDATE IDEAS. COLLABORATE TO CREATE INDUSTRIAL VALUE.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com