Di Balik 1,3 Juta Ton Metanol, Apa Saja Yang Dibutuhkan?
Inilah bagian proyek yang menarik bagi supplier, manufacturer dan kontraktor. Pabrik coal-to-methanol bukanlah satu mesin besar. Di dalamnya terdapat rangkaian fasilitas proses, utility dan infrastructure yang harus bekerja sebagai satu sistem. Batubara terlebih dahulu harus diterima, disimpan, dihancurkan dan dipersiapkan sebelum masuk ke unit gasifikasi.
Dari proses tersebut dihasilkan syngas yang kemudian harus melalui proses cleaning, conditioning dan purification sebelum memasuki fasilitas sintesis metanol. Di belakang proses utama tersebut terdapat kebutuhan yang sangat luas. Mulai dari compressor, reactor, pressure vessel, heat exchanger, pump, valve, piping dan storage tank, hingga electrical system, instrumentation, automation, power generation, cooling system, water treatment dan wastewater treatment.
Belum termasuk pekerjaan civil, structural, mechanical installation, inspection, logistics, testing hingga commissioning.
ADA PULA CCS
Proyek direncanakan dilengkapi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk membantu mengendalikan emisi karbon.
Hal ini menambahkan ekosistem teknologi lain: CO2 Capture → Compression → Transport → Injection → Storage → Monitoring
Artinya peluang proyek tidak hanya berada pada teknologi gasifikasi dan metanol, tetapi juga pada environmental engineering dan carbon management.
PELUANG MEMBER Engineering & EPC • Process Equipment • Mechanical & Piping • Electrical • Instrumentation & Automation • Utilities • Water Treatment • Environmental Technology • CCS • Civil & Structural • Inspection • Logistics • Testing & Commissioning Satu proyek besar dapat diterjemahkan menjadi puluhan kelompok kebutuhan barang dan jasa.