Mengubah batubara menjadi bahan baku industri bernilai lebih tinggi Selama ini batubara lebih banyak dikenal sebagai sumber energi. Proyek BEC menawarkan pendekatan berbeda: batubara dijadikan bahan baku industri kimia. Melalui proses gasifikasi, batubara diubah menjadi synthesis gas atau syngas. Gas tersebut kemudian dibersihkan dan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan metanol.
BATUBARA → SYNGAS → METANOL → INDUSTRI HILIR Di sinilah nilai strategis proyek mulai terlihat. Metanol dibutuhkan dalam berbagai rantai industri, termasuk petrokimia dan formaldehida serta berbagai produk kimia turunannya. Metanol juga digunakan dalam produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Karena itu produksi metanol domestik mempunyai keterkaitan dengan perkembangan industri biodiesel, termasuk arah program B50. Dengan kapasitas sekitar 1,3 juta ton per tahun, proyek ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan domestik dan berpotensi mengurangi impor. Potensi penghematan devisanya disebut dapat mencapai sekitar Rp7,1 triliun per tahun.
Namun dampak yang lebih menarik justru dapat terjadi setelah pabrik beroperasi. Ketersediaan metanol domestik dalam jumlah besar berpotensi menarik berkembangnya industri pengguna metanol di Indonesia. Artinya, proyek ini dapat menjadi anchor project bagi investasi industri kimia berikutnya.
BUKAN HANYA SUBSTITUSI IMPOR TETAPI MEMBANGUN RANTAI INDUSTRI BARU