Award senilai Rp374,53 juta ini bukan hanya informasi mengenai siapa yang memenangkan tender. Bagi supplier, distributor, specialist contractor dan perusahaan jasa maintenance, tender award justru dapat menjadi titik awal untuk membaca kebutuhan supply chain selama pelaksanaan pekerjaan.
Gunakan pola:
TENDER AWARD ↓ WINNING CONTRACTOR ↓ SCOPE OF WORK ↓ BUILDING CONDITION ↓ BoQ ↓ TECHNICAL SPECIFICATION ↓ MATERIAL & COMPONENT ↓ SUPPLIER / SUBCONTRACTOR ↓ DELIVERY ↓ EXECUTION
Dalam pekerjaan pemeliharaan gedung, jangan langsung menawarkan seluruh produk yang dimiliki. Cari terlebih dahulu:
Apa bagian gedung yang masuk scope? Apa kerusakan atau pekerjaan yang harus ditangani? Material apa yang tercantum dalam BoQ? Apakah terdapat pekerjaan electrical? Apakah terdapat pekerjaan plumbing? Apakah terdapat pekerjaan atap atau waterproofing? Apakah terdapat painting dan finishing? Apakah ada komponen yang harus diganti? Apakah membutuhkan specialist contractor? Bagaimana spesifikasi dan quantity-nya? Kapan pekerjaan dilaksanakan?
Setelah informasi tersebut ditemukan, lakukan BUSINESS MATCHING.
Contoh:
BoQ membutuhkan waterproofing → cari waterproofing manufacturer / applicator.
BoQ membutuhkan electrical component → cocokkan dengan electrical supplier.
Dengan pendekatan tersebut, informasi tender tidak berhenti sebagai daftar pemenang.
Data dapat dikembangkan menjadi knowledge mengenai project requirement, technology requirement, supply chain, vendor capability dan peluang kolaborasi.