Prospek Supply Ke Proyek EOR Migas (Enhanced Oil Recovery)
EOR merupakan peluang besar untuk meningkatkan produksi lapangan minyak mature Indonesia.
Berdasarkan monitoring 2023 lalu terdapat potensi incremental reserves sekitar 3,08 BSTB dari 54 lapangan, dengan 20 lapangan menjadi top priority.
Pertamina mendominasi portofolio tersebut, sedangkan Chemical EOR merupakan jenis EOR terbesar.
Namun hambatan utama bukan semata-mata menemukan teknologinya. Tantangannya adalah membuat teknologi tersebut technically proven, economically feasible dan scalable di reservoir Indonesia. Siklus pengembangannya bahkan secara normal dapat membutuhkan 714 tahun hingga commercial first injection.
Dari perspektif peluang bisnis Maka sangat relevan untuk member TENDER INDONESIA/FSII. Ekosistem EOR membutuhkan bukan hanya kontraktor migas, tetapi juga: chemical & surfactant CO2 technology steam system injection system pumps piping & valves instrumentation reservoir modelling laboratory/testing well services FEED/engineering EPC facility modification monitoring & digitalization.
Yang paling penting, perusahaan teknologi jangan menunggu tender EPC/full-scale muncul. Jalur masuk yang lebih strategis adalah: Technology Introduction > Study/Lab > Test > Field Trial > Pilot > Pre-POD > FEED/FID > Procurement > Full-Scale EOR.
Dengan demikian EOR sangat cocok dijadikan salah satu tema Innovation & Engineering Matching: mempertemukan SKK Migas/KKKS dan praktisi reservoir dengan pemilik teknologi sejak fase study dan pilot, sehingga teknologi yang berhasil dibuktikan mempunyai jalur menuju commercial project.
Besarnya kebutuhan investasi dapat ditunjukan dimana total komitmen kerja migas secara keseluruhan ada di angka US$ 2,4 miliar. Ternyata porsi utk EOR semata adalah US$ 442,2 juta atau 18,5%.
Dari komitmen EOR tersebut: 1. US$ 5,6 juta untuk EOR Study, 2. US$ 100 juta untuk Field Trial & Pilot, dan 3. US$ 336,6 juta untuk EOR Commercialization.
Dengan demikian sekitar 75,4% dari nilai komitmen EOR berada pada commercialization.