Rebana Metropolitan sebagai koridor ekonomi baru Jawa Barat yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan internasional, bandara, jalan tol, sumber air, pusat pendidikan, agroindustri, dan destinasi pariwisata. Rebana diproyeksikan menjadi perluasan pusat pertumbuhan industri Jawa Barat setelah koridor Bekasi–Karawang, sekaligus menjadi simpul penting jalur ekonomi Jakarta – Bandung – Cirebon – Semarang – Surabaya.
Cakupan Kawasan Rebana adalah tujuh kabupaten/kota:
Kabupaten Subang
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Cirebon
Kota Cirebon
Kabupaten Kuningan
Gambaran utama potensinya :
Penduduk sekitar 10 juta jiwa
13 Kawasan Peruntukan Industri
Total kawasan industri 43.913 hektare
Kawasan industri mencakup sekitar 5% luas Rebana
Didukung Proyek Strategis Nasional senilai sekitar Rp 235 triliun
Berada di bawah kebijakan Perpres No. 87 Tahun 2021
Dengan skala tersebut, Rebana tidak dirancang sebagai kumpulan kawasan industri yang berdiri sendiri, tetapi sebagai suatu ekosistem metropolitan berbasis industri, logistik, permukiman, pendidikan, agroindustri dan pariwisata.
Jawa Barat disebut sebagai provinsi pertama yang membentuk badan pengelola metropolitan tingkat regional, yaitu Rebana Metropolitan Management Agency/Badan Pengelola Rebana.
Dari 13 kawasan industri yng ada di cakupan REBANA, maka sembilan kawasan sudah dalam proses pengembangan.
Disebutkan terdapat 12 pengembang yang sedang mengembangkan sekitar 8.438 hektare kota baru berbasis industri.
Kawasan dengan perkembangan paling menonjol adalah : 1. West Subang Cipali: kawasan terluas dan telah memiliki 28 tenant 2. Losarang: 29 tenant, jumlah tenant tertinggi dalam dokumen 3. East Subang Cipali: menjadi lokasi masuknya sejumlah industri besar 4. Kertajati–Jatitujuh: didukung bandara dan prospek pusat logistik 5. Patimban: terintegrasi langsung dengan pelabuhan internasional
Rebana telah menarik investasi manufaktur internasional, terutama di Subang dan Majalengka, di antaranya investasi pabrik skala besar yang telah hadir adalah : 1. BYD Automobile – kendaraan listrik, Subang 2. VinFast – kendaraan listrik, Subang 3. Guangzhou Automobile – kendaraan listrik, Subang 4. Vision – komputer, elektronik dan produk optik, Subang 5. Sanwa Musen – komponen elektronik dan suku cadang AC, Subang 6. Meiloon – manufaktur speaker, termasuk JBL dan Harman Kardon, Subang 7. On Cloud Running – pabrik sepatu, Majalengka
Masuknya produsen kendaraan listrik dan elektronik menunjukkan bahwa Rebana diarahkan menuju industri bernilai tambah tinggi, bukan hanya industri pengolahan dasar.
INFRASTRUTKUR DISIAPKAN Diantaranya ada pelabuhan skala besar yakni PATIMBAN Kapasitas saat ini yang dicantumkan PATIMBAN yakni : Terminal kendaraan: 385.000 CBU Target akhir terminal peti kemas: 7,5 juta TEUs Target terminal kendaraan: 600.000 CBU
Perkembangan pembangunan proyek pelabuhan Patimban masih terus dikembangkan.
Fase I-1 periode 2018–2022 Terminal peti kemas 10 ha, 250.000 TEUs; terminal kendaraan 22,4 ha, 200.000 CBU
Fase I-2 periode 2023–2027 Terminal peti kemas 64 ha; kapasitas kumulatif 3,39 juta TEUs; terminal kendaraan dan Ro-Ro
Fase II periode 2028–2032 Tambahan terminal peti kemas 37,5 ha dan terminal curah cair; kumulatif 6,12 juta TEUs
Fase III periode 2033–2042 Tambahan terminal peti kemas 36 ha; kapasitas akhir 7,5 juta TEUs
Sementara untuk Infrastruktur Bandara Internasional Kertajati.melengkapi kawasan REBANA. Kertajati diarahkan sebagai hub: Penerbangan internasional Kargo udara Perjalanan umrah dan haji Pengembangan aerocity Distribusi barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu.
Kapasitas terminal yang disebutkan mencapai 5,6 juta penumpang per tahun, dengan catchment area sekitar 23 juta orang
Lalu untuk infrastruktur Jalan tol yang telah dibangun : 1. Tol Cisumdawu: Sumedang–Majalengka 2. Tol Cipali: menghubungkan Subang–Cirebon dan koridor Jawa
Kedua jalan tol tersebut menghubungkan Bandung, kawasan industri, Kertajati, Patimban dan jaringan logistik Pulau Jawa.
Untuk keperluan air maka dibangun proyek Bendungan dan pasokan air, di antaranya : 1. Bendungan Cipanas – Sumedang 1. Bendungan Jatigede – Sumedang 3. Bendungan Kuningan – Kuningan 4. Bendungan Sadawarna – Subang
Total kapasitas tampungan baru yang dicantumkan sekitar 1,32 miliar meter kubik. Keberadaan sumber air sangat penting untuk industri, kota baru, pertanian, energi dan kebutuhan masyarakat.
Rebana bukan hanya proyek kawasan baru, tetapi pasar jangka panjang bagi konstruksi, manufaktur, logistik, energi, teknologi, agroindustri dan jasa penunjang. TENDER INDONESIA dapat membantu member masuk sejak tahap perencanaan, membangun akses kepada pengembang dan tenant, lalu mempersiapkan diri sebelum peluang memasuki proses tender.
Khususnya utk kebutuhan proyek yang menjadi trend bagi kawasan koridor ekonomi maupun kawasan industri, maka TENDER INDONESIA akan membantu akses Informasi & Networking.
Trend keperluan proyekny yakni : 1. Pengembangan kawasan industri Kebutuhannya meliputi: Pematangan lahan Jalan kawasan Drainase dan pengendalian banjir Jaringan air bersih Pengolahan air limbah Listrik dan gardu Gas industri Telekomunikasi dan data center Gudang dan kawasan logistik Perumahan pekerja Rumah sakit, sekolah dan fasilitas komersial Sistem keamanan dan smart estate
2. Manufaktur kendaraan listrik Masuknya BYD, VinFast dan Guangzhou Automobile membuka peluang: Mesin dan peralatan produksi Robotika dan otomasi Baterai dan sistem charging Komponen otomotif Material logam dan plastik Instrumentasi Sistem keselamatan pabrik Material handling Packaging Maintenance, repair and overhaul Pengelolaan limbah baterai
3. Pelabuhan dan logistik Peluangnya mencakup: Pembangunan terminal Crane dan alat bongkar muat Truk, trailer dan kendaraan logistik Ro-Ro equipment Sistem pergudangan Cold storage Marine equipment Sistem navigasi dan keamanan Digital port system Jasa freight forwarding Customs dan bonded logistics Operasi serta pemeliharaan pelabuhan
4. Bandara dan aerocity Kebutuhan potensial: Cargo terminal Ground support equipment Sistem bagasi Airport ICT Aviation security Hotel dan convention center Pergudangan kargo Cold-chain logistics MRO pesawat Retail dan fasilitas komersial
5. Agroindustri Indramayu, Cirebon, Majalengka dan Kuningan dapat dikembangkan untuk: Mesin pengolahan hasil pertanian Cold chain Gudang pangan Pengering dan pengemasan Sistem irigasi Pupuk dan sarana produksi Traceability Food processing Pengolahan limbah menjadi energi Kemitraan petani–industri
6. Green industry dan lingkungan Peluangnya meliputi: PLTS atap dan kawasan Efisiensi energi Pengolahan air dan limbah Waste-to-energy Biomassa Green building Pemantauan emisi Dekarbonisasi industri Coastal protection Konsultasi ESG dan sertifikasi hijau
7. Pendidikan, R&D dan SDM Pusat pelatihan industri Teaching factory Laboratorium Sertifikasi tenaga kerja Kerja sama riset kampus–industri Inkubator teknologi Digital learning Rekrutmen dan penyediaan tenaga terampil