RUBRIK VOLUME 127 :
 
o PROYEK TELEKOMUNIKASI
o PROYEK KELISTRIKAN
 
PROYEK INFRASTRUKTUR
Peluang Ikut Supply Proyek Koridor Ekonomi Rebana
Rebana Metropolitan sebagai koridor ekonomi baru Jawa Barat yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan internasional, bandara, jalan tol, sumber air, pusat pendidikan, agroindustri, dan destinasi pariwisata.
Rebana diproyeksikan menjadi perluasan pusat pertumbuhan industri Jawa Barat setelah koridor Bekasi–Karawang, sekaligus menjadi simpul penting jalur ekonomi Jakarta – Bandung – Cirebon – Semarang – Surabaya.

Cakupan Kawasan Rebana adalah tujuh kabupaten/kota:


  • Kabupaten Subang

  • Kabupaten Sumedang

  • Kabupaten Majalengka

  • Kabupaten Indramayu

  • Kabupaten Cirebon

  • Kota Cirebon

  • Kabupaten Kuningan




Gambaran utama potensinya :


  • Penduduk sekitar 10 juta jiwa

  • 13 Kawasan Peruntukan Industri

  • Total kawasan industri 43.913 hektare

  • Kawasan industri mencakup sekitar 5% luas Rebana

  • Didukung Proyek Strategis Nasional senilai sekitar Rp 235 triliun

  • Berada di bawah kebijakan Perpres No. 87 Tahun 2021



Dengan skala tersebut, Rebana tidak dirancang sebagai kumpulan kawasan industri yang berdiri sendiri, tetapi sebagai suatu ekosistem metropolitan berbasis industri, logistik, permukiman, pendidikan, agroindustri dan pariwisata.

Jawa Barat disebut sebagai provinsi pertama yang membentuk badan pengelola metropolitan tingkat regional, yaitu Rebana Metropolitan Management Agency/Badan Pengelola Rebana.

Dari 13 kawasan industri yng ada di cakupan REBANA, maka  sembilan kawasan sudah dalam proses pengembangan.



Disebutkan terdapat 12 pengembang yang sedang mengembangkan sekitar 8.438 hektare kota baru berbasis industri.

Kawasan dengan perkembangan paling menonjol adalah : 
1. West Subang Cipali: kawasan terluas dan telah memiliki 28 tenant
2. Losarang: 29 tenant, jumlah tenant tertinggi dalam dokumen
3. East Subang Cipali: menjadi lokasi masuknya sejumlah industri besar
4. Kertajati–Jatitujuh: didukung bandara dan prospek pusat logistik
5. Patimban: terintegrasi langsung dengan pelabuhan internasional


Rebana telah menarik investasi manufaktur internasional, terutama di Subang dan Majalengka, di antaranya investasi pabrik skala besar yang telah hadir adalah :
1. BYD Automobile – kendaraan listrik, Subang
2. VinFast – kendaraan listrik, Subang
3. Guangzhou Automobile – kendaraan listrik, Subang
4. Vision – komputer, elektronik dan produk optik, Subang
5. Sanwa Musen – komponen elektronik dan suku cadang AC, Subang
6. Meiloon – manufaktur speaker, termasuk JBL dan Harman Kardon, Subang
7. On Cloud Running – pabrik sepatu, Majalengka

Masuknya produsen kendaraan listrik dan elektronik menunjukkan bahwa Rebana diarahkan menuju industri bernilai tambah tinggi, bukan hanya industri pengolahan dasar.

INFRASTRUTKUR DISIAPKAN
Diantaranya ada pelabuhan skala besar yakni PATIMBAN
Kapasitas saat ini yang dicantumkan PATIMBAN yakni :
Terminal kendaraan: 385.000 CBU
Target akhir terminal peti kemas: 7,5 juta TEUs
Target terminal kendaraan: 600.000 CBU

Perkembangan pembangunan proyek pelabuhan Patimban masih terus dikembangkan.

Fase I-1 periode 2018–2022
Terminal peti kemas 10 ha, 250.000 TEUs; terminal kendaraan 22,4 ha, 200.000 CBU

Fase I-2 periode 2023–2027
Terminal peti kemas 64 ha; kapasitas kumulatif 3,39 juta TEUs; terminal kendaraan dan Ro-Ro

Fase II periode 2028–2032
Tambahan terminal peti kemas 37,5 ha dan terminal curah cair; kumulatif 6,12 juta TEUs

Fase III periode 2033–2042
Tambahan terminal peti kemas 36 ha; kapasitas akhir 7,5 juta TEUs

Sementara untuk Infrastruktur Bandara Internasional  Kertajati.melengkapi kawasan REBANA.
Kertajati diarahkan sebagai hub:
Penerbangan internasional
Kargo udara
Perjalanan umrah dan haji
Pengembangan aerocity 
Distribusi barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu.

Kapasitas terminal yang disebutkan mencapai 5,6 juta penumpang per tahun, dengan catchment area sekitar 23 juta orang

Lalu untuk  infrastruktur Jalan tol yang telah dibangun :
1. Tol Cisumdawu: Sumedang–Majalengka
2. Tol Cipali: menghubungkan Subang–Cirebon dan koridor Jawa

Kedua jalan tol tersebut menghubungkan Bandung, kawasan industri, Kertajati, Patimban dan jaringan logistik Pulau Jawa.


Untuk keperluan air maka dibangun proyek Bendungan dan pasokan air, di antaranya :
1. Bendungan Cipanas – Sumedang
1. Bendungan Jatigede – Sumedang
3. Bendungan Kuningan – Kuningan
4. Bendungan Sadawarna – Subang

Total kapasitas tampungan baru yang dicantumkan sekitar 1,32 miliar meter kubik. Keberadaan sumber air sangat penting untuk industri, kota baru, pertanian, energi dan kebutuhan masyarakat.

Rebana bukan hanya proyek kawasan baru, tetapi pasar jangka panjang bagi konstruksi, manufaktur, logistik, energi, teknologi, agroindustri dan jasa penunjang. TENDER INDONESIA dapat membantu member masuk sejak tahap perencanaan, membangun akses kepada pengembang dan tenant, lalu mempersiapkan diri sebelum peluang memasuki proses tender.

Khususnya utk kebutuhan proyek yang menjadi trend bagi kawasan koridor ekonomi maupun kawasan industri, maka TENDER INDONESIA akan membantu akses Informasi &  Networking. 

Trend keperluan proyekny  yakni :
1. Pengembangan kawasan industri
Kebutuhannya meliputi:
Pematangan lahan
Jalan kawasan
Drainase dan pengendalian banjir
Jaringan air bersih
Pengolahan air limbah
Listrik dan gardu
Gas industri
Telekomunikasi dan data center
Gudang dan kawasan logistik
Perumahan pekerja
Rumah sakit, sekolah dan fasilitas komersial
Sistem keamanan dan smart estate

2. Manufaktur kendaraan listrik
Masuknya BYD, VinFast dan Guangzhou Automobile membuka peluang:
Mesin dan peralatan produksi
Robotika dan otomasi
Baterai dan sistem charging
Komponen otomotif
Material logam dan plastik
Instrumentasi
Sistem keselamatan pabrik
Material handling
Packaging
Maintenance, repair and overhaul
Pengelolaan limbah baterai

3. Pelabuhan dan logistik
Peluangnya mencakup:
Pembangunan terminal
Crane dan alat bongkar muat
Truk, trailer dan kendaraan logistik
Ro-Ro equipment
Sistem pergudangan
Cold storage
Marine equipment
Sistem navigasi dan keamanan
Digital port system
Jasa freight forwarding
Customs dan bonded logistics
Operasi serta pemeliharaan pelabuhan

4. Bandara dan aerocity
Kebutuhan potensial:
Cargo terminal
Ground support equipment
Sistem bagasi
Airport ICT
Aviation security
Hotel dan convention center
Pergudangan kargo
Cold-chain logistics
MRO pesawat
Retail dan fasilitas komersial

5. Agroindustri
Indramayu, Cirebon, Majalengka dan Kuningan dapat dikembangkan untuk:
Mesin pengolahan hasil pertanian
Cold chain
Gudang pangan
Pengering dan pengemasan
Sistem irigasi
Pupuk dan sarana produksi
Traceability
Food processing
Pengolahan limbah menjadi energi
Kemitraan petani–industri

6. Green industry dan lingkungan
Peluangnya meliputi:
PLTS atap dan kawasan
Efisiensi energi
Pengolahan air dan limbah
Waste-to-energy
Biomassa
Green building
Pemantauan emisi
Dekarbonisasi industri
Coastal protection
Konsultasi ESG dan sertifikasi hijau

7. Pendidikan, R&D dan SDM
Pusat pelatihan industri
Teaching factory
Laboratorium
Sertifikasi tenaga kerja
Kerja sama riset kampus–industri
Inkubator teknologi
Digital learning
Rekrutmen dan penyediaan tenaga terampil

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com