Transformasi PT. Bukit Asam Tbk atau dikenal sebagai PTBA ini, tidak lagi hanya berfokus sebagai produsen batubara, tetapi berkembang menjadi perusahaan energi terintegrasi yang menyeimbangkan pertumbuhan bisnis, hilirisasi, logistik, dan dekarbonisasi. Inibdipaparakan oleh Ferry Fadri selaku MINE DEVELOPMENT PTBA di hadapan para member TENDER INDONESIA & FSII Forum Sinergi Inovasi Industri
Secara garis besar, isi presentasi dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Profil Perusahaan Bagian awal menjelaskan profil PT Bukit Asam sebagai fondasi untuk memahami skala bisnis, posisi perusahaan, dan perannya dalam industri energi nasional.
2. Inisiatif Perusahaan PTBA memaparkan berbagai inisiatif strategis sebagai arah pengembangan perusahaan, yang kemudian dijabarkan ke dalam beberapa pilar utama implementasi bisnis.
3. Pilar 1 – Produksi Batubara Fokus pertama adalah menjaga keberlanjutan produksi batubara melalui peningkatan kapasitas, efisiensi operasi, serta optimalisasi aset tambang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
4. Pilar 1 & 2 – Supply Chain Selain produksi, PTBA menempatkan rantai pasok sebagai faktor strategis. Pengelolaan logistik menjadi kunci agar batubara dapat dikirim secara efisien dari tambang menuju pelanggan.
5. Pilar 2 – Jalur Angkutan Kereta Api Presentasi memberikan perhatian khusus pada infrastruktur angkutan batubara menggunakan kereta api sebagai tulang punggung distribusi. Hal ini menunjukkan bahwa investasi logistik menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
6. Pilar 3 – Program Hilirisasi Salah satu tema terbesar dalam presentasi adalah hilirisasi batubara yang dikaitkan dengan Asta Cita dan strategi energi nasional. Program ini menunjukkan komitmen PTBA untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya melalui pengembangan industri hilir, bukan hanya menjual batubara sebagai komoditas mentah. Topik hilirisasi bahkan dibahas dalam dua bagian tersendiri, menandakan prioritas tinggi perusahaan.
7. Pilar 4 – Dekarbonisasi PTBA juga menjelaskan agenda dekarbonisasi melalui penerapan co-firing biomassa menggunakan wood pellet. Langkah ini menggambarkan upaya perusahaan mendukung transisi energi dan pengurangan emisi tanpa mengabaikan peran batubara dalam sistem energi nasional.
8. Penerapan Teknologi Bagian akhir membahas pemanfaatan teknologi sebagai enabler transformasi bisnis, baik untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, maupun keberlanjutan perusahaan.
Kesimpulan Strategis Presentasi ini memperlihatkan bahwa strategi PT Bukit Asam dibangun di atas empat pilar utama: 1. Memperkuat produksi batubara. 2. Mengoptimalkan supply chain dan infrastruktur logistik. 3. Mendorong hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah. 4. Melaksanakan dekarbonisasi melalui biomassa dan teknologi.
Bagi member TENDER INDONESIA, materi ini sangat bernilai sebagai sumber Industrial Knowledge Hub, karena membuka banyak peluang bisnis bagi anggota, antara lain: pengadaan peralatan pertambangan, jasa EPC dan konstruksi, logistik dan transportasi kereta, teknologi hilirisasi, biomassa dan energi terbarukan, digitalisasi tambang, konsultansi, engineering, serta operasi dan pemeliharaan
Ferry Fadri menerima anugerah penghargaan khususnya pada inovasi pupuk berbahan baku batubara muda Dikenal sebagai Kalium Humate, pabrik akan dibangun segera di 1026 di Prov Riau yang memiliki cadangan batubara dengan kualitas rendah yang pas untuk diproses menjadi Humate dengan fungsi soil Improvator alias penyubur tanah.