Peluang Bagi Supply Peralatan & Teknologi Ke Industri Kimia Hulu
Direktorat Industri Kimia Hulu membina: 36 KBLI dengan cakupan 1.103 kode HS produk
Cakupannya sangat luas dan terbagi menjadi beberapa kelompok yakni :
1. Industri kimia organik Mencakup 471 kode HS, antara lain: Kimia organik berbasis hasil pertanian Kimia organik berbasis minyak bumi, gas bumi dan batubara Bahan kimia khusus Produk kimia organik lainnya Kelompok kimia organik ini menjadi basis petrokimia, plastik, tekstil sintetis, bahan farmasi, pelarut, cat dan berbagai produk industri.
2. Industri kimia anorganik Mencakup 201 kode HS, seperti: Klor dan alkali Soda kaustik Asam dan senyawa anorganik Bahan pengolahan air Mineral dan garam industri Produk kimia anorganik ini banyak digunakan pada pengolahan air, sanitasi, pupuk, pertambangan, logam, kaca, pulp-kertas dan konstruksi.
3. Industri pupuk Mencakup pupuk: Alam dan nonsintetis Urea dan pupuk nitrogen Pupuk tunggal Pupuk majemuk Pupuk campuran Pupuk hara sekunder Pupuk pelengkap Media tanam Pembenah tanah Zat pengatur tumbuh
4. Kelompok kimia lainnya Resin sintetis dan bahan baku plastik Bahan baku obat Produk berbasis batubara Bahan peledak Gas industri Pestisida Pigmen dan zat warna Karet sintetis Produk kilang minyak Garam industri Radioisotop Elemen bakar uranium Uap, air panas dan udara dingin Kompos organik
Hal ini memperlihatkan bahwa industri kimia hulu memiliki keterkaitan langsung dengan hampir semua sektor industri TENDER INDONESIA.
Mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan adalah menggeser pemanfaatan minyak, gas dan batubara dari sekadar bahan bakar menjadi bahan baku industri bernilai tambah tinggi.
Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batubara, semuanya mengandung unsur karbon dan hidrogen yang dapat diolah menjadi bahan kimia dasar dan kemudian diturunkan menjadi ribuan produk bernilai tinggi.
Maka fokus studi inovasi, kajian investasi, dan kerjasama pengembangan industri hilirisasi juga mencakup kepada tiga komoditas tsb.
Fokus untuk yang berbasis minyak dan batubara : 1. Pengembangan kilang petrokimia berbasis naphtha dan LPG 2. Produksi olefin, aromatik dan bahan kimia turunannya 3. Pembangunan industri yang terintegrasi dengan kilang 4. Pengembangan gasifikasi batubara 5. Produksi metanol, amonia dan bahan kimia berbasis syngas
Fokus untuk yang berbasis gas bumi : 1. Pengembangan jalur kimia C1 2. Produksi metanol 3. Produksi amonia 4. Produksi hidrogen 5. Pengembangan bahan baku pupuk 6. Pengembangan bahan kimia berbasis gas
Insight strategis dari industri kimia hulu bagi bisnis pra member TENDER INDONESIA adalah : 1. Industri kimia hulu merupakan simpul lintas sektor Industri ini menghubungkan: migas dan batubara → petrokimia → pupuk, farmasi, plastik, tekstil, konstruksi, otomotif dan consumer goods. Karena itu, satu investasi kimia dasar dapat menciptakan peluang supply bagi banyak kelompok member TENDER INDONESIA.
2. Peluang terbesar berada pada simpul defisit beberapa komoditas kimia di antaranya : Garam industri Soda ash Bahan baku obat Monomer Resin sintetis
Area tersebut potensial untuk investasi baru, kemitraan teknologi, substitusi impor dan pembangunan fasilitas produksi.
3. Kebutuhan proyek tidak terbatas pada mesin proses Peluang supplynperalatan dan perlengkapan mencakup: EPC dan konstruksi fasilitas Pipa, valve, pompa dan compressor Tangki dan pressure vessel Heat exchanger dan boiler Instrumentasi, analyzer dan control system Electrical, panel dan motor Material tahan korosi Laboratorium dan pengujian Process safety dan fire protection Water treatment dan waste treatment Maintenance, turnaround dan inspection Teknologi efisiensi energi dan dekarbonisasi
4. Pasar berulangnya sangat menarik Setelah pabrik selesai dibangun, kebutuhan operasional pabrik kimia berlanjut melalui: Spare part Catalyst Chemical treatment Lubricant APD Kalibrasi NDT Overhaul Shutdown dan turnaround Pengolahan limbah Pelatihan keselamatan
Ini menjadikan industri kimia menarik bagi supplier yang mengejar kontrak rutin dan hubungan jangka panjang, bukan hanya satu proyek EPC.