Cara paling realistis mengikuti suplai proyek PLTS khususnya bagi pemula, adalah tidak langsung menjadi EPC utama. (kontraktor Engineering Procurement Construction).
Tetapi masuk melalui jualan produk atau sub kon pekerjaan spesifik yang lebih simple dan dikuasai.
Langkah utamanya: 1. Pilih posisi usaha Menjadi supplier barang, subkontraktor instalasi, penyedia jasa teknis, atau O&M. Dalam hal jualan produk maka tentukan produk unggulan, misalnya panel surya, inverter, kabel, panel listrik, mounting, pekerjaan sipil, SCADA, BESS Batere Energy Storage. Dalam hal jualan jasa maka bisa fokus di jasa instalasi, inspeksi atau pemeliharaan.
2. Pilih pasar yang sesuai Pilih apakah mau memasok ke PLTS PLN, PLTS atap residensial, PLTS atap industri, proyek pemerintah, pertambangan, perkebunan, telekomunikasi, atau daerah terpencil. Dalam hal pemula maka PLTS atap residensial merupakan awal yang relatif realistis.
3. Lengkapi persyaratan Lengkapi legalitas NIB–KBLI, izin atau sertifikasi ketenagalistrikan sesuai lingkup, tenaga kompeten, K3, sertifikat produk, SNI/IEC, TKDN, dukungan principal, garansi dan referensi proyek.
4. Masuk ke ekosistem pengadaan Daftar di e-DPT PLN, LPSE/Katalog Elektronik, vendor list pengembang, EPC, industri, tambang dan kawasan industri.
5. Kejar proyek sebelum tender Petakan pemilik, pengembang, konsultan, calon EPC, tahap proyek, spesifikasi, persiapkan TKDN, jadwal dan paket pekerjaan. Hubungi engineering dan project development, tidak hanya procurement.
6. Buat penawaran khusus PLTS Tampilkan produk, kapasitas, sertifikasi, pengalaman, harga indikatif, lead time, garansi, layanan purnajual dan dukungan teknis—bukan sekadar company profile umum.
7. Bangun referensi secara bertahap Mulai dari proyek kecil, menjadi subkontraktor atau mengikuti pilot project, kemudian naik menuju proyek yang lebih besar.
Nah bila sudah ahli dan berpengalaman kelak maka dapat meningkatkan sebagai kontraktor utama EPC Solar Panel (PLTS)