MEWUJUDKAN SMART CITY MELALUI KONSTRUKSI BERKELANJUTAN Part 2
Indikator Konstruksi Berkelanjutan Penerapan dilakukan sejak tahap: perencanaan, pemrograman, perancangan, pelaksanaan konstruksi. Indikatornya meliputi: Aspek teknis standar teknis bangunan, kelayakan fungsi, SMKK, kepatuhan K4. Aspek lingkungan efisiensi lahan, penghematan energi, konservasi air, material ramah lingkungan, pengelolaan limbah, prinsip 3R. Aspek ekonomi efisiensi sumber daya, penguatan UMKM, dukungan usaha lokal, nilai tambah daerah. Aspek sosial partisipasi masyarakat, inklusi, pelestarian budaya, keterlibatan masyarakat
Contoh Implementasi Beberapa praktik yang telah diterapkan antara lain: Green Belt di kawasan bendungan. Program padat karya yang melibatkan masyarakat. Bangunan Gedung Hijau (BGH). Penggunaan bambu pada proyek jalan. Material Geofoam. Material GFRP untuk pintu irigasi. Semen Non-OPC. Dashboard BIM PUPR. Material ramah lingkungan bersertifikat. Teknologi Aspal Karet.
Roadmap Smart City Indonesia Tahapan pembangunan perkotaan dibagi menjadi empat periode: 2015 - 2025 Fokus pada penyediaan infrastruktur dasar: air bersih, sanitasi, persampahan, perumahan layak. 2025 - 2035 Fokus pada kota layak huni. 2035 - 2045 Transformasi menuju kota hijau berkelanjutan. 2045+ Mewujudkan kota yang: cerdas, kompetitif, tangguh, berkelanjutan
Smart City Nusantara (IKN) Presentasi menggunakan IKN sebagai contoh implementasi Smart City. Konsep utamanya adalah Pemerintahan Cerdas, yaitu pengambilan keputusan berbasis data real-time untuk mendorong inovasi dan partisipasi publik. Bu Disa Smart City.pdf Enam domain Smart City yang ditampilkan adalah: Smart Governance Smart Transportation & Mobility Smart Living Smart Natural Resources & Energy Smart Industry & Human Resources Smart Built Environment & Infrastructure
Prinsip Kota Cerdas Nusantara Implementasi Smart City dibangun berdasarkan empat prinsip utama: Optimal Terintegrasi Inklusif & Terbuka Sirkuler & Berkelanjutan Prinsip-prinsip ini diwujudkan melalui integrasi infrastruktur fisik, infrastruktur digital, dan layanan cerdas untuk mendukung kota yang aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Pesan utama presentasi ini adalah bahwa Smart City merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkelanjutan. Teknologi digital memang penting, tetapi hanya menjadi salah satu enabler. Fondasi utamanya tetap pada konstruksi yang memenuhi prinsip ekonomi, lingkungan, dan sosial, didukung regulasi yang kuat, inovasi material, digitalisasi seperti BIM, serta tata kelola berbasis data. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diarahkan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 melalui kota-kota yang cerdas, tangguh, dan berkelanjutan.