RUBRIK VOLUME 127 :
 
o PROYEK PERTAMBANGAN
o SINERGI INOVASI INDUSTRI
 
PROYEK MIGAS
Konstruksi FPSO Terbesar di Asia Tenggara
Proyek ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri hulu migas Indonesia karena menghadirkan FPSO terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus salah satu yang terbesar di dunia. Pembangunan ini diharapkan meningkatkan produksi migas nasional, memperkuat ketahanan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi bernilai miliaran dolar.

Dimulainya Tahap Konstruksi
Peresmian ditandai dengan pemotongan baja pertama (First Steel Cutting) yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026 di Karimun Shipyard. Acara tersebut dihadiri oleh Kementerian ESDM, SKK Migas, pemerintah, serta konsorsium pelaksana proyek. Momentum ini menandai dimulainya pembangunan fisik FPSO setelah seluruh tahapan perencanaan dan persiapan proyek selesai.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat produksi migas nasional dan menjadi salah satu proyek offshore terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Nilai Investasi dan Dampak Ekonomi


  • Proyek ini memiliki skala investasi yang sangat besar, yaitu:

  • Investasi FPSO: sekitar USD 2,9 miliar.

  • Total investasi proyek: sekitar USD 15 miliar.

  • Konsorsium: Searah (80%) dan Sinopec (20%).

  • Potensi penerimaan negara: sekitar USD 12,9 miliar.

  • Penyerapan tenaga kerja: sekitar 8.000 orang, dengan 98% tenaga kerja lokal.




Besarnya investasi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, hingga meningkatnya penerimaan negara dari sektor migas.

Spesifikasi FPSO

FPSO Bahtera Haluan Lestari dirancang sebagai fasilitas produksi lepas pantai berkapasitas besar dengan spesifikasi utama:


  • Panjang sekitar 300 meter.

  • Lebar sekitar 45 meter.

  • Displacement sekitar 145,8 ribu ton.

  • Kapasitas penyimpanan mencapai 1,4 juta barel.



Spesifikasi tersebut memungkinkan FPSO beroperasi secara mandiri dalam menerima, mengolah, menyimpan, dan menyalurkan minyak maupun gas dari lapangan lepas pantai.







Target Produksi

Setelah beroperasi, FPSO diproyeksikan menghasilkan:


  • Gas: sekitar 1.000 MMSCFD, dengan 72% dialokasikan untuk kebutuhan domestik dan 28% untuk ekspor.

  • Kondensat: sekitar 80.000 BOPD.




Produksi tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pasokan energi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.







Fitur Utama Proyek

Poster juga menjelaskan beberapa karakteristik proyek, antara lain:


  • Pengembangan 16 sumur di laut dalam (deepwater) dengan kedalaman sekitar 2.000 meter.

  • Kedalaman pengeboran sumur mencapai 3.000 meter.

  • Penyerapan sekitar 8.000 tenaga kerja, dengan dominasi tenaga kerja lokal.




Teknologi yang digunakan menunjukkan bahwa proyek ini merupakan salah satu pengembangan migas laut dalam paling kompleks yang pernah dilakukan di Indonesia.

Linimasa Proyek

Tahapan proyek meliputi:
1. 23 Juli 2026 – Pemotongan baja pertama sebagai awal konstruksi.


2. Tahap pembangunan: Hull dikerjakan di China. Topside dikerjakan di Karimun, Batam, dan Bintan.



3. Target mulai operasi (Onstream): Tahun 2028.



Linimasa ini menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai fasilitas manufaktur di dalam maupun luar negeri.

Peluang Bisnis

Tahap konstruksi membuka peluang besar bagi perusahaan penyedia barang dan jasa, di antaranya:


  • EPC dan Engineering.

  • Fabrikasi baja serta modular.

  • Mechanical dan Piping.

  • Electrical dan Instrumentation.

  • Marine Support Vessel.

  • Heavy Lifting & Crane.

  • Logistik dan Transportasi.

  • Inspection & Certification.

  • NDT (Non-Destructive Test).

  • Scaffolding & Insulation.

  • Painting & Coating.

  • Valve & Rotating Equipment.

  • Cable & Telecommunication.

  • Offshore Accommodation.

  • Catering & Facility Support.

  • PPE dan HSE.



Hal ini memberikan kesempatan luas bagi kontraktor, vendor, konsultan, dan penyedia jasa nasional untuk berpartisipasi dalam proyek strategis berskala internasional.







Manfaat Menjadi Member Tender Indonesia

Poster juga mengajak pelaku usaha bergabung sebagai Member Tender Indonesia untuk memperoleh berbagai manfaat, seperti:


  • Informasi proyek migas terbaru.

  • Forum diskusi dan business matching.

  • Akses database proyek dan pengambil keputusan.

  • Peluang kolaborasi strategis.

  • Networking dengan pemilik proyek dan kontraktor.

  • Kunjungan proyek, pelatihan, penghargaan inovasi, serta dukungan administrasi proyek.




Kesimpulan

Pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari merupakan salah satu proyek migas paling strategis di Indonesia. Dengan investasi mencapai USD 15 miliar, target produksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BOPD kondensat, serta target operasi pada 2028, proyek ini diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan produksi migas nasional, memperkuat ketahanan energi, memperluas kesempatan kerja, dan membuka peluang besar bagi industri penunjang migas Indonesia.

Gallery Album

https://www.youtube.com/embed/7Q6BsARY1IE?si=De_j0uCc6LHJvxcn" title="YouTube video player" frameborder="0/iframe>
 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com