Rencana strategis proyek 2025–2029 dari Pupuk Indonesia Group
Program pengembangan proyek mencakup pupuk, metanol, soda ash, clean ammonia, blue ammonia, green hydrogen, dan bahan kimia hilir.
Wilayah Aceh Potensi pasokan gas berasal dari Blok Andaman dan Gebang. Produksi mencakup : 1. Amonia urea PIM-3 Target sekitar 2030: Amonia: 825.000 ton per tahun Urea: 570.000 ton per tahun 2. Clean Ammonia Amonia: 33.000 ton per tahun, target 2028 3. Blue Ammonia Amonia: 429.000 ton per tahun, target 2031
Wilayah Sumatera Selatan Potensi pasokan gas antara lain dari Sakakemang dan Jabung Produksi mencakup : 1. Amonia urea Pusri-3B Target 2027: Amonia: 445.000 ton per tahun Urea: 907.500 ton per tahun
Wilayah Jawa Barat Produksi mencakup : 1. NPK Nitrat PKC NPK nitrat: 100.000 ton per tahun, target 2027 2. NPK Urea 3 & 4 PKC Dua unit NPK granular, masing-masing 100.000 ton per tahun, target 2028
Wilayah Jawa Timur Produksi mencakup 1. Soda Ash Gresik Soda ash: 300.000 ton per tahun, target 2029 2. NPK Prill PKG NPK prill: 200.000 ton per tahun, target 2029 3. Green Hydrogen Amonia: 82.500 ton per tahun, target 2029 4. Ammonia 3 PKG Amonia: 825.000 ton per tahun, target 2031 5. Natrium Sianida Kapasitas sekitar 20.000 ton per tahun, target 2029
Wilayah Kalimantan Timur Potensi gas berasal dari Ganal, North Ganal, West Ganal, East Ganal, dan Peri Mahakam. Produksi mencakup : 1. Soda Ash Bontang Soda ash: 300.000 ton per tahun, target 2028 2. NPK Nitrat PKT NPK nitrat: 100.000 ton per tahun, target 2029
Wilayah Papua Barat Potensi gas berasal dari Asap–Kido Merah, Bembarai, dan Foredoa. Produksi mencakup : 1. Amonia urea Papua Barat target 2031: Amonia: 825.000 ton per tahun Urea: 1.155.000 ton per tahun