Freeport Siapkan Restart Smelter & Tambang Baru Di Tengah Ketatnya Pasokan Tembaga Lokal
10 Agustus 2026
PT Freeport Indonesia tengah mempersiapkan dua langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan rantai produksi tembaga jangka panjang yakni Mengoperasikan kembali Smelter Manyar di Gresik serta melanjutkan pengembangan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar di kawasan mineral Grasberg. Pada saat yang sama, langkah tersebut berlangsung ketika pasar tembaga global menghadapi kondisi pasokan yang semakin ketat.
1. SMELTER MANYAR DITARGETKAN BEROPERASI KEMBALI PT Freeport Indonesia menargetkan Smelter Manyar, Gresik, Jawa Timur, kembali beroperasi pada September 2026. Operasi fasilitas tersebut sebelumnya terhenti pada kuartal IV 2025 menyusul terganggunya pasokan konsentrat akibat insiden aliran material basah (mud flow) di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
Pada tahap awal, utilisasi smelter diperkirakan masih berada di bawah 30% kapasitas. Produksi selanjutnya akan ditingkatkan secara bertahap sejalan dengan pemulihan produksi tambang. Produksi tambang ditargetkan mendekati 100% kapasitas pada akhir 2027.
Timeline utama: Q4 2025 → Operasi smelter terhenti September 2026 → Target restart Smelter Manyar 2026–2027 → Peningkatan produksi bertahap Akhir 2027 → Produksi tambang mendekati kapasitas penuh
2. PROYEK TAMBANG BAWAH TANAH KUCING LIAR Untuk mempertahankan produksi jangka panjang, Freeport juga terus mengembangkan Tambang Kucing Liar di distrik mineral Grasberg. Tambang bawah tanah ini diproyeksikan mulai meningkatkan produksinya secara signifikan menuju 2030. Skala Proyek
Kapasitas desain:
± 130.000 metrik ton bijih/hari
Potensi produksi tahunan:
± 750 juta pon tembaga
± 735.000 ounce emas
Tambahan investasi hingga 2033:
± US$4 miliar
Kucing Liar berpotensi menjadi salah satu aset strategis Freeport dalam mempertahankan produksi tembaga dan emas Indonesia dalam jangka panjang.
3. MOMENTUM: PASAR TEMBAGA GLOBAL SEMAKIN KETAT Pengembangan tersebut berlangsung ketika pasar tembaga dunia menghadapi tekanan pasokan. Harga acuan tembaga di London telah bergerak melewati US$14.000 per ton, didorong antara lain oleh meningkatnya permintaan dan perebutan pasokan.
Beberapa faktor yang memperketat pasar meliputi: peningkatan pengiriman dan penumpukan stok menuju Amerika Serikat menjelang keputusan tarif; meningkatnya kebutuhan pasokan di China; dan kekhawatiran terhadap ketersediaan tembaga global.
Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi strategis proyek-proyek peningkatan produksi tembaga.
PROJECT & BUSINESS OPPORTUNITY Dari perspektif ekosistem proyek, terdapat dua gelombang peluang yang menarik untuk dicermati: Jangka Pendek — Smelter Manyar 2026–2027 Restart, maintenance, reliability, spare parts, electrical & instrumentation, material handling, utilities, safety, environmental services, serta berbagai kebutuhan operasional smelter.
Jangka Menengah – Panjang — Kucing Liar hingga 2033 Underground mining equipment, tunneling & development, ventilation, dewatering, pumping, electrical systems, automation, communication, material handling, maintenance, HSE, engineering hingga berbagai jasa penunjang tambang.
RECOVERY Grasberg Production Recovery ↓ Smelter Manyar Restart — 2026 ↓ Produksi Tambang Pulih — 2027 ↓ Kucing Liar Ramp-Up — menuju 2030 ↓ Investasi berlanjut hingga 2033 Artinya, perkembangan Freeport bukan hanya cerita mengenai restart sebuah smelter, tetapi merupakan rangkaian investasi jangka panjang dari tambang → pengolahan → produksi tembaga, yang berpotensi menciptakan peluang bagi kontraktor, supplier, perusahaan engineering, teknologi, dan jasa industri selama beberapa tahun ke depan.