RUBRIK VOLUME 128 :
 
 
SINERGI INOVASI INDUSTRI
Indonesia Fisheries Potential
PT Perikanan Indonesia merupakan BUMN sektor perikanan hasil penggabungan PT Perikanan Nusantara dan PT Perikanan Indonesia pada 2021, kemudian menjadi bagian dari Holding BUMN Pangan ID FOOD pada awal 2022. Kegiatan bisnisnya mencakup pengolahan dan perdagangan ikan, bisnis pelabuhan, serta pabrik pakan. 

Kekuatan Infrastruktur Perikanan
Jaringan fasilitas yang menjadi modal penting pengembangan industri, antara lain 8 kapal penangkap ikan, 15 kapal pengumpul, cold storage berkapasitas 6.797 ton, fasilitas docking di 7 lokasi, 20 unit pengolahan ikan bersertifikat HACCP, kapasitas pabrik es 470 ton, 8 lokasi pelabuhan perikanan, serta pabrik pakan berkapasitas 12 ton/jam. 







Integrator Rantai Pasok Perikanan

PT Perikanan Indonesia diposisikan sebagai integrator dan orchestrator rantai pasok perikanan nasional. Perusahaan menghubungkan nelayan, pasar domestik, kegiatan ekspor-impor, pemerintah, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui fasilitas pelabuhan, cold storage dan unit pengolahan ikan. Peran tersebut diarahkan untuk menjaga kontinuitas pasokan sekaligus mendukung stabilisasi pasokan, pengendalian harga dan ketahanan pangan. 







Potensi Pasar dan Ekspor

Nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada 2024 dalam materi mencapai USD 5,63 miliar. Komoditas utamanya meliputi crustacea, tuna–skipjack–mackerel, squid–cuttlefish–octopus, crab, seaweed dan komoditas lainnya.  PT Perikanan Indonesia sendiri telah menjalankan aktivitas ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, China, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand dan Sri Lanka. 







Peluang Pertumbuhan Global

Peluang industri semakin besar karena kebutuhan pangan dan protein dunia terus meningkat. Materi memperkirakan populasi global mencapai 9,7 miliar orang pada 2050, sementara kebutuhan protein dunia diprediksi meningkat sekitar 70%. Permintaan ikan global juga diperkirakan terus meningkat. 

Pasar seafood dunia dalam materi diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 269,30 miliar pada 2024 menjadi USD 419,09 miliar pada 2030, dengan CAGR sekitar 6,52%. Faktor pendorongnya mencakup aquaculture berkelanjutan, kemajuan teknologi, meningkatnya kesadaran konsumen, perdagangan seafood global, direct-to-consumer, serta inovasi produk ikan. 






Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama industri perikanan dan seafood global. Peluang tersebut tidak hanya berada pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga pada cold chain, pengolahan, logistik, teknologi, aquaculture, ekspor dan pengembangan produk bernilai tambah. Penguatan rantai pasok yang terintegrasi menjadi kunci agar hasil perikanan Indonesia memiliki kualitas tinggi, efisien dan kompetitif di pasar internasional.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com