RUBRIK VOLUME 128 :
 
 
SINERGI INOVASI INDUSTRI
Kebijakan dan Arah Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PU
Materi disampaikan oleh Disaintina Ari Nusanti, S.T., M.M., Direktur Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi, dalam International Sustainable Building Material & Construction SCM Workshop, Jakarta, 27 November 2025. Kebijakan ini mengenai pembangunan rendah karbon sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Kebijakan diarahkan pada transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau, melalui transisi energi, pembangunan rendah karbon, ekonomi sirkular, serta pembiayaan hijau. Sasaran jangka panjangnya mencakup peningkatan kesejahteraan dan daya saing SDM sekaligus penurunan intensitas emisi gas rumah kaca. 






Fokus Infrastruktur 2026


Rencana pembangunan infrastruktur Kementerian PU mencakup empat sektor besar, yaitu Sumber Daya Air, Jalan & Jembatan, Cipta Karya, serta Prasarana Strategis. Programnya meliputi pembangunan dan rehabilitasi bendungan serta jaringan irigasi, pengendalian banjir, pembangunan dan preservasi jalan-jembatan, penyediaan air minum dan pengelolaan persampahan, hingga pembangunan maupun renovasi fasilitas pendidikan, olahraga, pasar, peribadatan, kebudayaan, dan kesehatan. 

Pembangunan tersebut perlu menerapkan prinsip konstruksi berkelanjutan karena pembangunan infrastruktur juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Karena itu, infrastruktur harus direncanakan, dirancang, dibangun, dioperasikan hingga dibongkar dengan memperhatikan keberlanjutan ekonomi, sosial, lingkungan, serta tata kelola sepanjang siklus hidup bangunan. 






Inovasi dan Teknologi


Kementerian PU juga mendorong pemanfaatan berbagai inovasi, seperti material terbarukan, semen Non-OPC, BIM, Internet of Things (IoT), Smart Building, material GFRP, aspal karet dan aspal Buton, serta teknologi konstruksi ramah lingkungan. Pendekatan tersebut membuka peluang lebih luas bagi industri teknologi dan material untuk berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan. 

Pesan penting lainnya adalah perlunya collective collaboration. Pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media perlu bersinergi dalam riset dan inovasi, transfer teknologi, standardisasi dan sertifikasi produk, pengembangan SDM, serta edukasi mengenai material dan teknologi ramah lingkungan. 

Pembangunan infrastruktur Indonesia tidak hanya mengejar kuantitas pembangunan fisik, tetapi diarahkan menjadi pembangunan yang rendah karbon, tangguh, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com