RUBRIK VOLUME 129 :
 
o PROYEK SMELTER
 
PROYEK EBT
Memetakan Peluang Proyek Geothermal Indonesia
Ajang IGHES 2026 memperlihatkan besarnya ruang pertumbuhan industri panas bumi Indonesia sekaligus kebutuhan teknologi dan rantai pasok yang menyertainya.
Salah satu gambaran yang sangat menarik terlihat pada peta bisnis Geothermal PLN. 
Menyebutkan potensi kapasitas PLN 3,7 GW, dengan sekitar 573 MW installed capacity dan 3,2 GW potential partnership.

Ini memberi sinyal bahwa masih terdapat ruang pengembangan yang sangat besar dibanding kapasitas yang sudah terpasang.
Namun peluang geothermal tidak berhenti pada pembangunan PLTP.
Ekosistemnya dapat dibaca sebagai:
EXPLORATION → DRILLING → WELL DEVELOPMENT → STEAM FIELD → POWER PLANT → OPERATION & MAINTENANCE → DIRECT USE → NEW TECHNOLOGY

Di setiap mata rantai tersebut terdapat peluang bagi perusahaan engineering, kontraktor, manufacturer, supplier, technology provider hingga investor.
Teknologi Indonesia mulai mengambil peran
Yang menarik dari IGHES adalah munculnya berbagai kemampuan teknologi dan engineering dalam negeri.
Dokumentasi memperlihatkan antara lain pengembangan teknologi terkait drilling analysis, kegiatan riset dan vokasi, teknologi eksplorasi dan pemetaan bawah permukaan, hingga solusi monitoring berbasis data.

Di sisi manufaktur terdapat pula produk valve, fitting, flange, flow-control equipment, heat exchanger dan berbagai equipment industri dengan dorongan peningkatan TKDN.
Ini penting karena pertumbuhan proyek geothermal pada akhirnya harus diikuti pertumbuhan domestic geothermal supply chain.

Geothermal bukan hanya menghasilkan listrik
Salah satu perspektif menarik lainnya adalah direct use geothermal.
Energi panas yang tersedia dapat dikembangkan untuk aplikasi seperti pengeringan produk pertanian, greenhouse, food dehydrator, pemanasan air, perikanan serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah geothermal.
Dengan demikian sebuah proyek geothermal berpotensi menghasilkan dua lapisan ekonomi:
ELECTRICITY BUSINESS
PLTP → transmisi → electricity supply.

GEOTHERMAL DOWNSTREAM ECONOMY
Heat → agriculture → food processing → tourism → aquaculture → local industry.

Ini membuka ruang inovasi yang jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan pembangkit.

Peluang bagi member TENDER INDONESIA
Bagi TENDER INDONESIA, IGHES 2026 seharusnya tidak hanya dibaca sebagai sebuah event, tetapi sebagai Project Intelligence Map.
Member dapat dipetakan berdasarkan kemampuan mereka pada kebutuhan proyek seperti drilling services, geological & geophysical survey, engineering, EPC, civil construction, piping, valve & flange, pump, electrical, instrumentation & control, automation, ICT, HSE, inspection, logistics, environmental services hingga O&M.

Kemudian AI TENDER INDONESIA dapat menghubungkan:
PROJECT NEEDS → TECHNOLOGY → SUPPLIER → KEY PERSON → BUSINESS MATCHING

Dengan begitu informasi dari IGHES tidak berhenti sebagai berita, tetapi berubah menjadi business intelligence yang bisa ditindaklanjuti.
Arah strategis
IGHES 2026 menunjukkan sebuah peluang besar:
“3,7 GW bukan sekadar potensi energi — tetapi merupakan potensi ribuan kebutuhan teknologi, engineering, equipment, jasa dan kolaborasi bisnis.”

Inilah yang menarik untuk dikembangkan bersama ekosistem TENDER INDONESIA & FSII: bukan hanya mengetahui di mana proyek geothermal berada, tetapi juga memahami apa yang akan dibutuhkan proyek, siapa pemainnya, teknologi apa yang diperlukan, dan perusahaan mana yang dapat masuk ke dalam supply chain-nya.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com