Bersama rekan Ivan Eko dan Arif Hendra dari INALUM Bahas mengenai berbagai jenis alumunium khususnya tipe 2 (Alloy bercampur Cu) dan 7 Alloy bercampur (Zn) yang keduanya merupakan tipe berkesulitan tinggi
Kedua tipe ini khusus utk kebutuhan pesawat terbang Tipe alumunium ini tidak ditentukan kualitas berdasarkan angka jenisnya (bukan rank of quality).
Nah khususnya dalam agenda kami bersama BRIN & DANANTARA, yang membentuk opirs Innovation & Engineering Business Matching Forum, salah satunya adalah terkait metalurgi. Maka akan sangat menarik pembahasan aluminium yang berbahan dasar bauksit. Karen asemltwr bauksit inibyang lagi digencarkan setelah smelter nikel dai era sebelumnya.
Mau eksplor peluang investasi dan proyeknya, serta teknologinya bagi para member TENDER INDONESIA...
Ini bisa menjadi topik yang kuat untuk forum tersebut: bukan sekadar “aluminium”, tetapi rantai peluang dari bauksit → alumina → aluminium → advanced aluminium alloy → industri strategis.
Untuk aluminium seri 2xxx dan 7xxx, arah pemikiran tepat. Seri 2xxx menggunakan copper (Cu) sebagai unsur paduan utama, sedangkan 7xxx berbasis zinc (Zn) dan dapat melibatkan Mg/Cu. Keduanya banyak digunakan pada struktur aerospace karena kombinasi strength-to-weight yang tinggi, meskipun pemilihan grade tetap bergantung pada sifat yang dibutuhkan.
Jadi angka 2xxx atau 7xxx memang menunjukkan keluarga komposisi alloy, bukan ranking kualitas.
Yang menarik untuk dibawa ke Innovation & Engineering Business Matching Forum bersama BRIN & Danantara justru pertanyaan strategis berikut: Indonesia sudah mempunyai bauksit dan sedang mendorong hilirisasi alumina/aluminium; seberapa jauh Indonesia dapat naik kelas dari menghasilkan bahan dasar menjadi menghasilkan engineered aluminium dan advanced alloy bernilai tinggi?
Setidaknya 5 lapisan peluang untuk member TENDER INDONESIA: (1) proyek tambang bauksit dan infrastrukturnya, (2) refinery/smelter beserta EPC dan equipment supply, (3) industri aluminium downstream seperti extrusion, rolling, casting dan forging, (4) teknologi alloying, heat treatment, testing dan quality assurance untuk material berkinerja tinggi, serta (5) pasar pengguna akhirnya—dirgantara, pertahanan, transportasi, EV, kelistrikan, konstruksi dan manufaktur.
Dengan demikian, diskusi dengan rekan-rekan INALUM dapat dikembangkan menjadi sebuah tema besar: “FROM BAUXITE TO ADVANCED ALUMINIUM — Exploring Indonesia's Next Downstream Investment, Technology & Project Opportunities.”
Dan ini sangat cocok dengan fungsi forum yang sedang kita bangun: WHO memiliki teknologi, WHAT teknologi yang dibutuhkan, WHERE proyek/investasinya, dan ACTION apa yang dapat dimatchingkan—riset BRIN, investasi Danantara, kebutuhan industri, serta engineering solution dari member TENDER INDONESIA.