RUBRIK VOLUME 132 :
 
o TENDER UPDATES
o BUSINESS MATCHING
o PROJECT UPDATE
o ACADEMY
o PRODUCT & TECHNOLOGY
 
ACADEMY
Lebih 100 Delegasi Indonesia Siap Tampil Di Worlddidac Asia 2026 Hangzhou
ACADEMY

Bukan sekadar delegasi, Indonesia hadir membawa kampiun utk Kompetisi, Innovation Award, International Lecturer hingga Workshop AI

Lebih dari 100 delegasi Indonesia yang terdiri atas pimpinan lembaga pendidikan, pendidik, siswa dan mahasiswa akan hadir dalam rangkaian The 2nd Indonesia–China Education Service Excellence Innovation Summit 2026, yang diselenggarakan dalam momentum Worlddidac Asia 2026 di Hangzhou, China, 15–17 September 2026. Kegiatan ini digagas oleh TENDER INDONESIA, Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII), bersama STUDEC International dan WORLDDIDAC serta MeOrient International (China), sebagai kelanjutan program tahunan yang mempertemukan ekosistem pendidikan Indonesia dengan jejaring pendidikan internasional.

Kehadiran Indonesia sejak tahun lalu, tidak dirancang sekadar sebagai delegasi yang berkunjung dan melihat pameran. Delegasi Indonesia membawa sejumlah program yang menjadi bagian dari rangkaian sesi khusus Indonesia–China Education Service Excellence Innovation Summit. Ini mulai dari International Business Plan Competition, Education Service Excellence Innovation Award, International Lecturer Session, hingga International Workshop – Reshaping Education in the AI Era.






MENYIAPKAN GENERASI MUDA MENGHADAPI AI DAN CIRCULAR ECONOMY



Salah satu agenda utama adalah kelanjutan Business Plan Competition yang sebelumnya diawali dengan National Round pada Agustus 2026 untuk tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Kompetisi mengangkat dua tantangan besar yang perlu dipersiapkan sejak dini oleh generasi muda Indonesia, yakni pemanfaatan Artificial Intelligence untuk meningkatkan produktivitas serta Circular Economy untuk mendukung lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Para kampiun National Round kemudian memperoleh kesempatan mengikuti tahap internasional di Hangzhou. Namun tantangan di China tidak hanya berupa presentasi ulang business plan yang telah disiapkan sebelumnya.
Worlddidac Asia justru akan dijadikan sebagai “LIVING LABORATORY” bagi para peserta.

Pada hari pertama, peserta akan berkeliling pameran untuk mengamati berbagai teknologi pendidikan, melakukan interview dengan exhibitor, membuat catatan, menggali informasi dan mengidentifikasi berbagai inovasi yang berpotensi menjawab kebutuhan pendidikan Indonesia.

Informasi tersebut kemudian akan dieksplorasi menggunakan AI.







AI BUKAN MESIN JAWABAN, TETAPI PARTNER CRITICAL THINKING



Pendekatan tersebut sekaligus ingin memperkenalkan cara pandang berbeda terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan. Di Indonesia, perkembangan AI masih kerap menimbulkan kegamangan karena teknologi ini dapat digunakan siswa sebagai sumber jawaban instan, bahkan berpotensi menggantikan proses membaca, mencari informasi dan mengerjakan tugas secara mandiri.

Padahal, perkembangan pendidikan justru mengarah pada kemampuan yang lebih tinggi daripada sekadar mengetahui jawaban. Ketika pengetahuan semakin mudah diperoleh melalui AI, kemampuan bertanya, menganalisis, menguji informasi, membandingkan alternatif, membangun argumentasi dan mengambil kesimpulan menjadi semakin penting.


Karena itu, peserta akan didorong menggunakan:



AI AS A CRITICAL THINKING PARTNER.

Peserta tidak cukup bertanya kepada AI dan menerima jawabannya. Mereka harus mampu berdialog, mempertanyakan kembali, menguji argumentasi AI, menghubungkannya dengan temuan lapangan, kemudian membangun kesimpulan sendiri.

OBSERVE → INTERVIEW → QUESTION → EXPLORE WITH AI → ANALYZE → CONCLUDE → PRESENT

Hasil riset lapangan selama pameran selanjutnya harus diolah menjadi presentasi untuk disampaikan pada hari berikutnya.


Peserta ditantang menjawab pertanyaan yang lebih substantif:
Apa kesenjangan pendidikan Indonesia yang mereka temukan?
Teknologi apa yang relevan?
Apa yang belum sesuai dengan kondisi Indonesia?
Bagaimana teknologi tersebut dapat diadaptasi?
Dan inovasi baru apa yang justru dapat dikembangkan oleh generasi muda Indonesia?







PENDIDIK INDONESIA TIDAK HANYA DATANG UNTUK BELAJAR



Rangkaian kegiatan juga memberikan panggung bagi para pendidik Indonesia.

Pendidik terpilih akan mendapatkan kesempatan tampil dalam International Lecturer Session untuk berbagi kepada audiens internasional mengenai metode, pengalaman dan berbagai terobosan yang telah mereka lakukan dalam proses pendidikan di Indonesia. Konsep ini membawa semangat bahwa hubungan pendidikan internasional tidak seharusnya berjalan satu arah.







INDONESIA DATANG UNTUK BELAJAR DARI DUNIA, TETAPI INDONESIA JUGA MEMILIKI PENGALAMAN DAN INOVASI UNTUK DIBAGIKAN KEPADA DUNIA.



Sementara itu, pimpinan lembaga pendidikan dan para pendidik juga berkesempatan mendapatkan Education Service Excellence Innovation Award, berdasarkan penilaian terhadap inovasi dan terobosan dalam pelayanan pendidikan yang telah dikembangkan.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi sarana mengangkat berbagai best practices pendidikan Indonesia menuju eksposur yang lebih luas di tingkat internasional.






INTERNATIONAL WORKSHOP: RESHAPING EDUCATION IN THE AI ERA



Melengkapi rangkaian kegiatan, delegasi akan mengikuti International Workshop – Reshaping Education in the AI Era bersama Mr. Yu JingYi, CTO Ruitos Tech. Workshop akan membahas perubahan mendasar dunia pendidikan di tengah perkembangan Artificial Intelligence.

Jika AI mampu menyediakan begitu banyak pengetahuan dan jawaban dalam hitungan detik, pendidikan masa depan tidak dapat semata-mata mengukur kepandaian berdasarkan seberapa banyak pengetahuan yang dapat diingat seorang siswa. Kemampuan melakukan critical thinking, problem solving, research, questioning dan innovation akan semakin menentukan.

Workshop tersebut kemudian tidak berhenti sebagai teori. Wawasan yang diperoleh akan langsung dihubungkan dengan praktik eksplorasi peserta di Worlddidac Asia.







LEBIH DARI 100 DELEGASI INDONESIA



Secara keseluruhan, lebih dari 100 delegasi Indonesia direncanakan terlibat, mencakup manajemen lembaga pendidikan, pendidik, serta siswa dan mahasiswa kampiun. Worlddidac merupakan organisasi internasional bidang pendidikan yang berpusat di Swiss. Worlddidac Asia Hangzhou menjadi titik pertemuan luas bagi ekosistem pendidikan dan teknologi pendidikan internasional, dengan jejaring yang menjangkau berbagai kawasan Asia serta Afrika, Eropa Timur dan Amerika Latin. Karena itu, The 2nd Indonesia–China Education Service Excellence Innovation Summit 2026 diarahkan bukan sekadar menjadi perjalanan internasional, tetapi sebuah platform untuk membangun eksposur, pembelajaran, pertukaran pengetahuan dan kolaborasi.

Ada peserta yang datang untuk COMPETE.
Ada pendidik yang datang untuk SHARE.

Ada inovator pendidikan yang memperoleh RECOGNITION.

Dan seluruh delegasi memperoleh kesempatan untuk LEARN, INNOVATE & COLLABORATE.







DARI INDONESIA MENUJU PANGGUNG DUNIA



Melalui program tahunan ini, TENDER INDONESIA, Forum Sinergi Inovasi Industri dan STUDEC International ingin mendorong pola baru keterlibatan Indonesia dalam kegiatan internasional. Bukan sekadar mengirim delegasi, Bukan sekadar melakukan kunjungan, Tetapi membangun program, membawa gagasan, menampilkan inovasi Indonesia, membuka ruang bagi pendidik Indonesia untuk berbagi, serta mempersiapkan generasi mudanya menghadapi perubahan dunia.


INDONESIA IS NOT JUST VISITING THE GLOBAL STAGE.
WE ARE PART OF IT.

THE 2nd INDONESIA–CHINA
EDUCATION SERVICE EXCELLENCE INNOVATION SUMMIT 2026
WORLDDIDAC ASIA 2026
Hangzhou, China
15–17 September 2026


Diselenggarakan oleh:
TENDER INDONESIA
Forum Sinergi Inovasi Industri
STUDEC International
MeOrient Intl
WORLDDIDAC

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com