ELNUSA GROUP: MEMBACA PELUANG DI BALIK Rp18,8 TRILIUN KONTRAK BERJALAN
Tiga lini bisnis Elnusa hadir dalam Innovation & Engineering Business Matching bersama TENDER INDONESIA dan FSII, didukung BRIN Besarnya aktivitas proyek energi nasional tidak hanya dapat dilihat dari proyek-proyek baru yang diumumkan. Salah satu indikator penting lainnya adalah besarnya pekerjaan yang telah diperoleh dan masih harus dieksekusi perusahaan.
Hingga Semester I 2026, PT Elnusa Tbk mencatat carry-forward contracts sekitar Rp18,8 triliun. Angka tersebut memberi gambaran mengenai besarnya aktivitas yang masih berada dalam pipeline eksekusi Elnusa. Di balik kontrak-kontrak tersebut terdapat kebutuhan engineering, equipment, material, teknologi, tenaga ahli, logistik dan berbagai jasa pendukung yang bergerak mengikuti tahapan proyek.
Hal inilah yang membuat kehadiran ELNUSA GROUP dalam Innovation & Engineering Business Matching menjadi menarik bagi ekosistem TENDER INDONESIA dan FSII. Bukan hanya satu bidang yang akan dibahas.
Tiga perspektif akan hadir sekaligus: 1. Bambang Purwanto — Upstream Services 2. Teguh Prasetyo Wahyono — EPC 3. Franky Chandra — Drilling & Well Services
Ketiganya mewakili aktivitas yang berbeda, tetapi saling berhubungan dalam mata rantai industri energi.
Forum ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan perusahaan. Pembicaraan diarahkan lebih jauh kepada apa yang sedang dikerjakan, tantangan apa yang dihadapi, kebutuhan apa yang muncul, dan kemampuan industri apa yang dapat dikolaborasikan.
PROJECT INTELLIGENCE Company: PT Elnusa Tbk Sector: Energy / Oil & Gas Services Contract Indicator: ±Rp18,8 triliun carry-forward contracts Business Focus: Upstream Services • EPC • Drilling & Well Services Opportunity: Equipment • Material • Engineering • Technology • Supporting Services Action: Explore project needs through Business Matching