PERTAHANAN SIBER INDONESIA MEMASUKI ERA AGENTIC AI
Dari Ancaman Digital Menuju Sistem Pertahanan yang Semakin Cerdas
Presentasi PERURI dalam National Cybersecurity Connect 2026 memperlihatkan perubahan penting: pertahanan siber tidak lagi cukup mengandalkan perlindungan jaringan. Keamanan harus dibangun sejak perancangan perangkat lunak, integritas data, hingga pengoperasian sistem AI.
>>TIGA ANCAMAN BARU Kerentanan sistem tertanam (embedded vulnerability), manipulasi integritas data, serta ancaman terhadap sistem yang tidak terhubung langsung ke internet (air-gapped threat) memperluas tantangan pertahanan digital.
>>SECURITY BY DESIGN PERURI memaparkan pendekatan keamanan sejak tahap perancangan, mengacu pada kerangka NIST, regulasi BSSN, serta perlindungan data pribadi. Pengendalian keamanan mencakup pemantauan, audit, pengelolaan akses, dan pengujian kerentanan.
>>LIMA LAPIS PLATFORM AI 1. Hardware: GPU dan CPU. 2. Model AI: foundation models. 3. Inference dan Edge AI. 4. RAG: Retrieval-Augmented Generation. 5. Agentic AI: orkestrasi pekerjaan otomatis.
PESAN UTAMA Pertahanan digital kini bergantung pada keamanan kode, data, sistem, dan kemampuan merespons ancaman secara terpadu.