POTENSI 300 MW GEOTHERMAL DIENG–BATANG GREEN POWER CORRIDOR MENDUKUNG GREEN DATA CENTER
Pertumbuhan Artificial Intelligence (AI) dan data center membawa kebutuhan listrik Indonesia memasuki skala baru. Ketika satu AI Data Center Campus dapat membutuhkan listrik hingga ratusan MW, pertanyaannya tidak lagi hanya: “APAKAH LISTRIK TERSEDIA?”
Tetapi berkembang menjadi: “DARI MANA LISTRIK TERSEBUT BERASAL?” “APAKAH PASOKANNYA RELIABLE 24/7?” “DAN BISAKAH ENERGINYA SEMAKIN HIJAU?”
Salah satu potensi menarik berada pada koridor Dieng–Batang. Dalam dialog langsung dengan Tito Loho, CEO TENDER INDONESIA, di sela MKI Electricity Connect 2026, Yudistian Yunis, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), menyampaikan mengenai pengembangan sekitar 300 MW panas bumi di area Dieng.
Pengembangan tersebut menarik untuk dicermati karena energi dari Dieng berpotensi mendukung kebutuhan energi hijau menuju Kawasan Industri Batang. Jika dikaitkan dengan pesatnya perkembangan data center, maka muncul sebuah kemungkinan baru: BATANG tidak hanya berkembang sebagai kawasan industri. Ke depan, kawasan tersebut juga berpotensi membangun daya tarik bagi pengembangan GREEN DATA CENTER maupun AI CAMPUS.
Data center mempunyai karakter kebutuhan listrik yang berbeda. Fasilitas beroperasi selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Karena itu dibutuhkan sumber energi yang: RELIABLE + CONTINUOUS + SCALABLE + SEMAKIN HIJAU
Geothermal mempunyai posisi menarik karena merupakan renewable energy sekaligus mampu menghasilkan listrik secara kontinu.
Karakter ini berbeda dengan variable renewable energy seperti solar dan wind yang produksinya bergantung pada kondisi alam pada waktu tertentu.
Bagi data center, kombinasi: RENEWABLE + FIRM POWER + 24/7 GENERATION menjadi proposisi yang semakin strategis.
Potensi tersebut dapat dilihat sebagai sebuah value chain: DIENG GEOTHERMAL ±300 MW ↓ POWER GENERATION ↓ PLN TRANSMISSION & GRID ↓ KAWASAN INDUSTRI BATANG ↓ FIRM GREEN POWER ↓ GREEN INDUSTRY ↓ GREEN DATA CENTER / AI CAMPUS
Dengan perspektif tersebut, pengembangan geothermal bukan hanya sebuah proyek pembangkitan. Ia dapat menjadi ENABLER bagi masuknya investasi industri yang membutuhkan listrik besar sekaligus mempunyai target penggunaan energi yang semakin hijau.
Selama ini pemilihan lokasi data center banyak mempertimbangkan: LAND + CONNECTIVITY + MARKET ACCESS
Namun kebutuhan AI mulai menambahkan faktor yang semakin menentukan: POWER AVAILABILITY + GRID CAPACITY + RELIABILITY + GREEN ENERGY + SPEED TO MARKET
Artinya, daerah yang mempunyai akses terhadap sumber energi besar dan reliable dapat memperoleh positioning baru dalam kompetisi menarik investasi data center.
BATANG: NEW LOCATION VALUE PROPOSITION? Kawasan Batang mempunyai peluang menarik apabila mampu mengintegrasikan: INDUSTRIAL ESTATE + POWER INFRASTRUCTURE + CONNECTIVITY + GEOTHERMAL ENERGY + GREEN INDUSTRY ECOSYSTEM
Jika seluruh faktor tersebut dapat dikembangkan secara terintegrasi, Batang berpotensi mempunyai value proposition tersendiri bagi investor yang membutuhkan lahan sekaligus akses terhadap energi hijau berskala besar. Hal ini tentunya masih membutuhkan kesiapan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk transmission capacity, substation, fiber connectivity, water, permitting serta kebutuhan teknis data center lainnya. Namun keberadaan potensi geothermal Dieng membuka perspektif strategis yang menarik untuk dikembangkan.
TENDER INDONESIA melihat perkembangan ini melalui hubungan antarproyek: AI DEVELOPMENT ↓ DATA CENTER INVESTMENT ↓ MASSIVE POWER DEMAND ↓ GRID DEVELOPMENT ↓ GEOTHERMAL DEVELOPMENT ↓ GREEN POWER ↓ NEW INDUSTRIAL LOCATION ↓ NEW SUPPLY CHAIN ↓ BUSINESS OPPORTUNITY
Dari satu rencana pengembangan geothermal dapat terbentuk peluang pada: • Geothermal equipment • EPC • Drilling & well services • Turbine & generator • Transmission • Substation • Transformer • Switchgear • Grid technology • BESS • Electrical system • Data center infrastructure • Cooling • Building & MEP • Automation • Testing & commissioning • Operation & maintenance
Pertanyaan: “IS INDONESIA POWER READY?” pada akhirnya berkembang menjadi pertanyaan yang lebih strategis: “WHERE IS INDONESIA'S NEXT POWER-READY & GREEN-READY DATA CENTER HUB?”
DIENG–BATANG berpotensi menjadi salah satu koridor yang menarik untuk dicermati. Bukan hanya karena adanya kawasan industri.
Tetapi karena terdapat peluang untuk menghubungkan: GREEN ENERGY + POWER INFRASTRUCTURE + INDUSTRIAL DEVELOPMENT + DATA CENTER + AI ECONOMY
TENDER INDONESIA SYSTEM BUSINESS OPPORTUNITY MAPPING & MATCHING CONNECT THE DOTS FROM ENERGY PROJECT TO INDUSTRIAL DEVELOPMENT TO BUSINESS OPPORTUNITY.